Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah merencanakan membangun Rumah Susun (Rusun) tergabung dengan pasar. Tak hanya Rusun, rencananya sejumlah pasar akan dijadikan berbagai fasilitas.
Direktur Utama (Dirut) Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan pihaknya sejauh ini mengelola 63 pasar di Jakarta. Dari keseluruhan pasar itu, ia tengah mengkaji akan menggabungkan pasar dengan fasilitas lainnya.
Beberapa fasilitas yang memungkinkan untuk digabung, kata Arief adalah seperti kantor hingga apartemen. Selain itu ada juga pengembangan pasar yang mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD).
Dengan demikian ada kemungkinan sejumlah fasilitas transportasi seperti halte hingga stasiun dibuat di atas pasar.
"Ada yang jadi Rusun, integrating-nya, ada yang kemudian dengan Transit Oriented Development (TOD), ada yang dengan offices, ada yang murni apartemen. Apartemen yang bawahnya pasar," ujar Arief di stadion Velodrome, Jakarta Timur, Sabtu (7/12/2019).
Menurutnya, selain dibangun halte atau stasiun, pasar yang digabung dengan fasilitas lain akan diintegrasikan juga dengan jalur transportasi umum. Ia mencontohkan pasar-pasar di Fatmawati yang sudah difasilitasi MRT.
"TransJakarta masuk, MRT masuk, LRT masuk, karena lokasinya, contoh nih jalan Fatmawati, ada Pasar Cipete, ada Pasar Fatmawati, ada Pasar Mede," jelasnya.
Arief mengatakan rencana ini masih dalam tahap sosialisasi. Namun, ia meyakini para pedagang nantinya bisa menerimanya karena konsep ini berarti mendatangkan pelanggan tetap bagi para pedagang.
"Ini yang lagi kami siapkan itu market buat jangka panjang. Jadi kami menyiapkan sebuah pasar untuk pasar. Jadi kalau yang tinggal di atasnya Pasar itu ada 2000 kepala keluarga, otomatis kan belanjanya di bawah," katanya.
Baca Juga: Subsidi Disunat, Tarif TransJakarta, LRT dan MRT Tahun 2020 Tak Naik
Sebelumnya, pemotongan anggaran program rumah DP Rp 0 tahun 2020 Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berdampak pada rencana pembangunan hunian itu ke depannya. Pemprov mengaku akan menyiasati agar program tetap berjalan meski anggaran dikurangi.
Kepala Dinas Perumahan DKI, Kelik Indriyanto mengatakan, salah satu solusinya dengan membuat rumah susun (Rusun) yang tergabung dengan pasar. Menurutnya untuk menjalankan rencana ini, pihaknya akan bekerja sama dengan PD Pasar Jaya.
"Kami sudah beberapa kali bahas dengan PD Pasar Jaya untuk arah kerja sama itu jadi di mix antara PD Pasar dengan penghunian," ujar Kelik saat dihubungi, Senin (2/12/2019).
Berita Terkait
-
PUPR Bangun Rusun dan Rusus bagi Petugas Lapas di Nusakambangan
-
Sebelum Kebakaran di Cipinang, Ada Wacana Pembangunan Jalan Proyek Rusun
-
Milenial Dikasih Subsidi Bunga dan Cicilan 30 Tahun Rusun Dekat Stasiun
-
Pembangunan Rusun Diharapkan Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
-
Kementerian PUPR Resmikan Lima Rusun di Sumatera Selatan
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Bahas Kereta Listrik, Mahasiswa: Jangan Sampai Cuma Pindah Beban Karbon ke Kementerian Sebelah
-
Ironi Harta Miliaran Bupati Pati dan Walkot Madiun: Sama-sama Terjaring OTT KPK, Siapa Paling Kaya?
-
Komisi A DPRD DKI Soroti 'Timing' Modifikasi Cuaca Jakarta: Jangan Sampai Buang Anggaran!
-
Pakai Jaket Biru dan Topi Hitam, Wali Kota Madiun Maidi Tiba di KPK Usai Terjaring OTT
-
Horor di Serang! Makam 7 Tahun Dibongkar, Tengkorak Jenazah Raib Misterius
-
Kubu Nadiem akan Laporkan 3 Saksi ke KPK, Diduga Terima Duit Panas Chromebook, Siapa Mereka?
-
Wajah Baru Kolong Tol Angke: Usulan Pelaku Tawuran Disulap Jadi Skate Park Keren
-
Deretan 'Dosa' Bupati Pati Sudewo: Tantang Warga, Pajak 250 Persen, Kini Kena OTT KPK
-
Stop 'Main Aman', Legislator Gerindra Desak Negara Akhiri Konflik Agraria Permanen
-
Detik-detik Mencekam Polisi Rebut Kaki Ibu dari Cengkeraman Buaya 3 Meter di Tarakan