Suara.com - Tokoh agama, Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus menasihati Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD agar berhati-hati dengan jabatan yang diemban saat ini.
Gus Mus, yang juga mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengingatkan Mahfud MD bahwa jabatan bisa mengubah seseorang.
"Hati-hati lo sampean, jabatan itu merusak wong (orang)," ucap Gus Mus yang juga pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu saat memberi tausyiah di peringatan Haul Gus Dur Ke-10 di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu malam (28/12/2019).
Mendengar itu, sontak para jamaah tertawa. Sementara Mahfud mengangguk-angguk dan tersenyum. Lebih lanjut, Gus Mus bercerita tentang pengalamannya saat menjabat sebagai Rais Aam PBNU.
"Saat saya menjabat Rais Aam sebentar, rasanya saya harus terus berfatwa," kata Gus Mus yang kembali membuat hadirin tertawa.
Gus Mus diketahui menjabat sebagai Rais Aam PBNU periode 2014 -2015, menggantikan KH. Mohammad Ahmad Sahal Mahfudh yang wafat pada 2014.
Gus Mus dipilih sebagai Rais Aam PBNU pada Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur pada 2015 lalu, tetapi ia menolak jabatan itu. Sebagai gantinya ditunjuk KH Ma'ruf Amin, yang kini menjabat sebagai wakil presiden.
Sementara Mahfud MD lebih dulu dikenal sebagai ahli hukum tatanegara, sebelum terjun ke dunia politik saat ditunjuk Gus Dur, Presiden Republik Indonesia ke-4 sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Kehakiman pada periode 2000 - 2001.
Mahfud MD juga pernah menjabat sebagai anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa, kemudian menjadi Ketua Mahkamah Konstisusi (2008-2013), dan kini ditunjuk sebagai Menkopolhukam oleh Presiden Joko Widodo. [Antara]
Baca Juga: FPI Balas Ucapan Mahfud MD: Penodaan Agama tuh, Bawa-bawa Malaikat
Berita Terkait
-
Viral Mahfud MD Ungkap Dadan BGN Pantas Dihukum Mati: Potong Tangan Terlalu Ringan
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Mahfud Tegaskan Polisi Tak Bisa Menolak Putusan Praperadilan Kasus Andrie Yunus
-
'Pengadilan Jadi Dagelan', Kritik Keras Mahfud MD di 28 Tahun Reformasi
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha