Suara.com - Baskara Putra menyentil para penguasa yang korup untuk menunggu hukuman. Melalui Twitternya, @wordfangs pada Jumat (28/2/2020), mengaitkan perilaku korup pejabat dengan virus yang bisa saja menyerang mereka.
Dengan nada satire, Baskara yang merupakan musisi dengan nama panggung Hindia, menulis bahwa para pemangku kebijakan yang korup akan mendapat hukuman sebagai balasannya.
Musisi yang juga dikenal berkat lagu-lagu yang bernuansa kritik sosial tersebut mengaitkannya dengan wabah virus yang menyebar tak memandang jabatan, termasuk para pejabat.
Tulisan Baskara tersebut menimbulkan pertanyaan dari berbagai sisi. Pertama, Ia bisa jadi sedang mengkritik penguasa korup yang marak mengingat kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia yang melemah akhir-akhir ini.
Kedua, Baskara sekaligus mengkritik pemerintah Indonesia yang tidak terbuka mengenai wabah corona yang masuk ke Indonesia. Ketidakterbukaan pemerintah ini bisa mengakibatkan menyebarnya virus yang bisa menular ke siapa saja.
Unggahan Baskara pun mendapat respons yang bervariasi dari warganet.
"Ekspor koruptor ke Wuhan gitu Bas wkwk," tulis @aisyahtyass
"Prinsip mereka yang memiliki jabatan 'Selagi punya uang, hukum bisa di bayar'," tulis @Angelinarrhn1.
Akun @varshareina berkomentar, "Boleh di-aamiinin gak, sih?"
Baca Juga: COVID-19 Makin Merebak, UGM Keluarkan Imbauan Tunda Perjalanan ke LN
Sementara itu akun @kamubukansiapa mengajukan pertanyaan, "Tapi mas Bas skeptis ndak seh? Masa orang Indonesia nggak ada penularan satu kasus pun?"
Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum mengonfirmasi adanya kasus virus corona yang telah menjadi wabah di puluhan negara.
Klaim UAS: Virus Corona Adalah Tentara Allah, Pelindung Muslim Uighur
Pengkhotbah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) kembali menuai sorotan terkait pernyataanya mengenai virus corona.
Sebab, ia mengklaim virus corona merupakan tentara yang dikirim Allah SWT untuk melindungi umat muslim Uighur di China.
Pernyataan tersebut disampaikan UAS ketika mengisi ceramah belum lama ini, seperti yang ditunjukkan dalam unggahan video kanal YouTube HajiNews TV, Selasa (11/2/2020).
Berita Terkait
-
Guntur Romli PSI Sebut Pendukung Gubernur Jakarta Sebagai Penjilat
-
Anies Pecat Kadis Perumahan, Sekjen PSI: Buruk Wajah Cermin Dibelah
-
Epilepsi Kambuh, Pria Boyolali Jatuh Lalu Ketumpahan Air Panas dari Tungku
-
Khawatir Indonesia Tak Selamat, Ade Armando: Kita Harus Mengkritik Jokowi
-
Gemas! Anjing Ini Rajin Bantu Sebrangi Anak-anak Sekolah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT