Suara.com - Politisi PSI, Mohammad Guntur Romli kembali melontarkan kritiknya terhadap program kerja Gubernur DKI Anies Baswedan. Kali ini Ia menyinggung soal dugaan korupsi pada program Rumah DP 0 Rupiah
Guntur Romli menuliskan melalui akun Twitter-nya, Rumah DP 0 Rupiah adalah program gagal. Ia menilai kegagalan program ini dilihat dari target yang salah sasaran dan dugaan korupsi.
Romli mengungkapkan bahwa Rumah DP 0 Rupiah tidak menyasar pembeli kelas bawah seperti yang ditargetkan.
Pada kampanye Pilkada DKI 2017, Anies Baswedan menyebut Rumah DP 0 Rupiah sebagai program unggulannya. Kala itu, bersama Sandiaga Uno, Ia menawarkan program tersebut untuk membantu warga Jakarta yang memiliki kesulitan mendapat rumah.
Pada Februari lalu, Anies mencopot Kepala Dinas Perumahan DKI, Kelik Indriyanto. Pencopotan ini berdasarkan hasil kinerja tahunan Kelik yang tidak memenuhi target penjualan Rumah DP 0 Rupiah.
Untuk diketahui, 780 unit rumah Dp 0 rupiah di Klapa Village, Jakarta Timur saat ini baru laku 225. Sementara 555 unit sisanya belum juga terjual.
Kekinian, Program Rumah DP Rp O mendapati persoalan lain yakni dugaan korupsi dan tindakan pencucian uang.
Pada Senin (9/3/2020), Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri melayangkan surat kepada beberapa pegawai PD Sarana Jaya yang merupakan perusahaan BUMD DKI.
Pemanggilan itu berdasarkan dugaan kasus korupsi dan tindak pencucian uang terkait pembelian aset tanah pada tahun 2018-2020. Pengadaan tanah tersebut diantaranya diperuntukkan sebagai Rumah DP 0 Rupiah.
Baca Juga: Pihak Karen Idol Minta Bukti ke Arya Satria Claproth Soal Tuduhan Berzina
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono membenarkan surat panggilan tersebut. Kini polisi masih dalam tahap menyelidikinya "Hanya membenarkan penyelidikan peristiwa tersebut," kata Argo.
Berita Terkait
-
Hakim Ketua Sakit, Sidang Putusan Class Action Banjir Jakarta 2020 Ditunda
-
Berharap Menangi Gugatan, Pengacara Korban Banjir: Buat Pembelajaran Anies
-
Anies Digugat Korban Banjir, Sidang Putusan Class Action Digelar Hari Ini
-
Kuasa Hukum Persoalkan SPDP dalam Sidang Prapreradilan Buronan KPK Nurhadi
-
Bertemu Anies, 2 Calon Pengganti Sandiaga Serahkan Berkas Pencalonan
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi