Suara.com - Tak hanya di dunia nyata, corona juga menjadi topik perbincangan yang hangat di media sosial. Baru-baru ini warganet Twitter bernama @LeonnieFM berinisiatif untuk menyemprotkan disinfektan ke tangan dan stang motor driver ojek online (ojol) guna mencegah penularan virus corona.
Melalui akun Twitter-nya, warganet yang juga seorang chef itu menyerukan imbauannya kepada setiap orang yang sering memesan jasa ojol.
"Abang Gojek/Grab yang mampir ke sini semua tangan, stang motor dibantu disemprot disinfektan sebelum/sesudah penyerahan paket. Semua abang senang apalagi kalau kami bekali tissue disinfektan buat bekal di jalan," tulisnya.
Ia lalu mengingatkan jika para driver ojol ini tak bisa Work from Home (WFH) atau bekerja dari rumah sehingga bisa menjadi media persebaran virus. Oleh karena itu, menurut @LeonnieFM, mereka harus bersih.
"Mereka enggak bisa WFH dan bisa jadi persebaran virus jadi bantu mereka bersih ya!" tulisnya.
Ide Leonnie dinilai cemerlang oleh warganet lain mengingat driver ojol harus berada di jalan sepanjang hari dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Ini membuat resiko penularan virus menjadi meningkat.
Banyak warganet yang memberikan tanggapan positif terkait cuitan tersebut. Salah satunya dari @yasirjabry.
"Dari sejak ada di Indonesia, kepikiran nyari disinfektan buat penumpang karena bisa aja nempel di helm ojol. Kira-kira masih ada? Kalau ada, saya sangat berterimakasih," tulisnya.
Begitu juga tanggapan dari warganet lain yaitu @ninukss. "Keren mbak! By the way kalau disinfektannya pakai alkohol 70% bisa kah? Aku cuma kepikiran kasih satu lembar masker aja sih untuk mereka berjaga-jaga."
Baca Juga: Best 5 Otomotif Pagi: Rider MotoGP Ajak Social Distancing, Ban Warna Hitam
Penyebaran virus corona di Indonesia semakin luas. Update terbaru sampai saat ini pasien positif corona telah mencapai 134 orang, lima orang meninggal dunia, dan delapan orang dinyatakan sembuh.
Berita Terkait
-
5 Ini Motor Bekas Murah yang Penuhi Syarat Jadi Driver Maxim, Mulai Rp7 Jutaan
-
5 Kali Sufmi Dasco Pasang Badan Bela Rakyat Kecil di Tahun 2025
-
Baru Bebas, Dua Residivis Curanmor Nyamar Jadi Driver Ojol dan Beraksi Lagi
-
Salah Alamat Makanan, Driver Ojol Babak Belur Dikeroyok Suami Pelanggan di Koja
-
Driver Ojol Ditemukan Tewas di Rumahnya, Warga Cium Bau Tak Sedap dari Dalam Kamar
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar