Suara.com - Polisi mengungkapkan fakta baru terkait pengungkapan kasus perampokokan toko emas di Pasar Kemiri, Kembangan, Jakarta Barat,
Selain hanya beraksi setiap tanggal enam, komplotan perampok yang percaya tradisi weton Jawa ini selalu melarikan diri ke wilayah Jawa Tengah seusai melakukan aksinya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan, karena memiliki kepercayaan dengan hitungan weton Jawa, tujuan perampok ini lari ke wilayah Jawa Tengah untuk membuang sial. Mereka, juga meyakini bahwa tidak akan terendus dari kejaran aparat kepolisian.
"Dia juga percaya setiap lakukan kejahatan dia harus berangkat ke Jawa Tengah. Kepercayaan mereka itu, pada saat selesai lakukan kejahatan perampokan ini mereka harus masuk ke Jawa Tengah dulu, kalau masuk ke sana itu mereka angggap buang sial dan tidak akan tertangkap," kata Yusri saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (13/4/2020).
Sama halnya setelah merampok toko emas di Pasar Kemiri pada Senin (6/4/2020), para bandit bersenjata api ini juga sempat bersembunyi di Jawa Tengah.
Namun, mereka tak berhasil menuju Jawa Tengah lantaran terkendala adanya pemeriksaan penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di perbatasan menuju Jawa Tengah.
"Tetapi terakhir yang dilakukan mereka berupaya ke Jawa Tengah, sementara saat itu di perbatasan ada kegaitan PSBB. Sehingga, tidak bisa masuk ke sana," ungkap Yusri.
Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat berhasil menembak mati tiga dari lima pelaku komplotan perampok wetonan yang menggasak toko emas di Pasar Kemiri, Kembangan, Jakarta Barat.
Terungkapnya kasus ini, ternyata komplotan perampok lintas provinsi ini memiliki tradisi weton dan hanya beraksi setiap tanggal 6.
Baca Juga: Habis Tikam Perut Budiono 2 Kali, Tetangga Serah Diri ke Polisi
Yusri menuturkan komplotan perampok emas wetonan itu dipimpin oleh T yang kekinian tewas tertembak lantaran melawan aparat saat dilakukan penangkapan di tempat persembunyiannya di wilayah Sawangan, Depok, Jawa Barat. Selain T, dua pelaku lainnya yang juga tewas tertembak, yakni R dan DA.
Sementara, dua pelaku lainnya yang masih hidup yakni AN dan TN yang keduanya juga mengalami luka tembak di bagian kaki.
Yusri lantas mengungkapkan berdasar penyelidikan diketahui komplotan perampok wetonan tersebut pernah melakukan aksi perampokan toko emas eropa di Kemayoran, Jakarta Pusat pada 6 Desember 2019 silam.
Setidaknya, berdasar pengakuan tersangka mereka telah melakukan aksi perampokan toko emas sebanyak empat kali dan selalu dilakukan setiap tanggal enam berdasar kepercayaan wetonan yang dianut pimpinan kelompok tersebut yakni tersangka T.
"T alias D ini kaptennya, dia eksekutor dan pengatur dari segala bentuk kejahatan perampokan kelompook ini. Kenapa wetonan, karena kepercayaan mereka, mereka akan melakukan kejahatan setiap tanggal enam. Ini yang dipelajari teman-teman Reserse Polres Metro Jakarta Barat, dia punya giat seperti apa, seperti kejawen gitu, dia lakukan pasti tanggal enam, Kemayoran juga tanggal enam, beberapa tempat lain juga tanggal enam," ungkap Yusri.
Menurut Yusri, komplotan perampok wetonan tersebut biasa beraksi bersama-sama yakni sebanyak lima orang. Sebelum, menggasak toko emas di Pasar Kemiri komplotan perampok wetonan itu telah lebih dahulu mengamati situasi setempat, sebulan sebelumnya.
"Mereka mulai melihat sitausi pandemi Covid-19 ini situasi sepi, karena banyak perkantoran tutup, dia lihat situasi kosong, sehingga dimanfaatkan untuk merampok (toko emas) di Jakbar, itu keterangan pelaku. Dalam hitungan wetonan juga tanggal enam itu tanggal bagus buat melakukan perampokan, karena itu setiap perampokan itu pasti tanggal enam," ujarnya.
Berita Terkait
-
Cuma Beraksi Tanggal 6, Perampok Emas Pasar Kemiri Penganut Weton Jawa
-
Baku Tembak saat Disergap Polisi, 3 Perampok Emas di Pasar Kemiri Tewas
-
Sambet Tangan Polisi Pakai Samurai, Madi Tewas Ditembak
-
Rekannya Dirampok, Pedagang Emas Tetap Buka: Mau Dapat Duit dari Mana?
-
Toko Emas di Pasar Kemiri Dirampok Siang Bolong, Warga: Takut Didor
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia