Suara.com - Belasan pedagang Pasar Tradisional di Jakarta Timur dinyatakan positif covid-19. Menindaklanjuti temuan itu, Perumda Pasar Jaya menutup sementara kegiatan perniagaan dua pasar
Dua pasar yang ditutup di antaranya Pasar Enjo di Jalan Pisangan Lama II dan Pasar Rawamangun di Jalan Pegambiran Raya, Rawamangun.
Kepala Pasar Enjo, Diaptra Gajah Mada, dalam keterangan tertulis, Rabu, mengemukakan sebanyak 13 dari total 110 peserta tes usap atau swab test pada Selasa (16/6), dinyatakan positif tertular COVID-19.
"Menurut laporan petugas kesehatan Kecamatan Pulo Gadung terdapat 13 orang dinyatakan positif, yakni sepuluh orang pedagang, dua orang pedagang kaki lima luar, dan satu pedagang Ampera," katanya.
Sementara di Pasar Rawamangun diinformasikan terdapat satu pedagang yang dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap pada Jumat (12/6).
Manager Area 8 Perumada Pasar Jaya, Sion Purba, mengatakan kegiatan tes usap saat itu diikuti oleh 141 peserta dari kalangan pedagang.
Atas situasi tersebut, Perumda Pasar Jaya akan menghentikan aktivitas usaha kedua pasar selama tiga hari terhitung sejak hari Jumat (26/6) sampai dengan hari Minggu (28/6).
Selama masa penutupan akan dilakukan penyemprotan disinfektan oleh petugas pemadam kebakaran hingga pasar dibuka kembali pada Senin (29/6).
Secara terpisah Kasi Operasional Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan penyemprotan disinfektan rutin dilakukan setiap hari di seluruh pasar di Jakarta Timur, termasuk Pasar Enjo dan Rawamangun. (Antara)
Baca Juga: Uji Coba Vaksin Covid-19 Mulai Dilakukan di Afrika Selatan
Tag
Berita Terkait
-
Pasar Andir Berlakukan Kebijakan Ganjil-Genap, Pedagang Cuma Bisa Pasrah
-
Komisi IV Minta Penerapan Ganjil Genap di Pasar Perlu Dikaji
-
Pedagang Positif Covid Bertambah, Anies: Pengendalian Pasar Paling Kompleks
-
Cegah Klaster Pedagang, Dinkes Bantul Akan Gelar Rapid Test di 4 Pasar
-
12 Pasar di Jakarta Terpapar Corona, 79 Pedagang Jalani Isolasi Mandiri
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko