Suara.com - Seorang polisi di Oregon, Amerika Serikat, harus dikarantina setelah diludahi oleh pria mabuk dengan infeksi Covid-19, Senin (27/7/2020).
Menyadur New York Post, Selasa (28/7/2020), polisi pada awalnya mendapat laporan ada pria mabuk yang tertidur dalam mobil di sebuah restoran cepat saji di Southwest 72nd Avenue.
Saat didatangi polisi, pria mabuk itu tengah tertidur di kursi pengemudi, di mana mesin mobilnya saat itu masih menyala.
Polisi meminta lelaki itu untuk mematikan mesin mobil. Namun, pria yang tak disebutkan namanya itu justru hendak kabur dengan menabarkan mobilnya ke milik petugas.
Atas aksinya itu, pria tersebut ditangkap atas tuduhan mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
Saat ditangkap, pria itu mulai batuk-batuk dan mengatakan dia telah terinfeksi virus Corona.
Saat salah satu petugas meminta pria itu berhenti batuk, tersangka justru meludahi sang polisi yang berdiri tak jauh darinya.
Staf penjara kemudian mengkonfirmasi bahwa pria mabuk itu benar-benar terinfeksi Covid-19, sebagaimana dilaporkan polisi Tigard.
Dia kemudian dijebloskan ke penjara dengan tuduhan tambahan atas pelecehan kejahatan yang diperburuk.
Baca Juga: Uni Emirat Arab Denda Rp 199 Juta Bagi Pelanggar Aturan Karantina
"Adalah keyakinan kami bahwa ia bertindak secara sadar dalam mencoba untuk mengekspos petugas ke COVID-19," kata Polisi Tigard.
Petugas yang diludahi pria itu memang menggunakan masker bedah dan sarung tangan saat menjalankan pekerjaan.
Namun, demi berjaga-jaga, petugas polisi yang tak disebutkan namanya itu kini harus menjalani karantina untuk memantau kemungkinan gejala terinfeksi virus Corona.
Berita Terkait
-
Bunuh Bosan saat Karantina, Perawat Ini Jalan Maraton 55 Km di Kamar Hotel
-
Diminta Karantina Malah Joget, Selebgram Diamankan Polisi
-
Gadis 14 Tahun Dilecehkan di Pusat Karantina Covid-19, Pelaku Sesama Pasien
-
Tolak Karantina, Suami Istri Positif Covid-19 Harus Pakai Borgol Elektronik
-
Serunya Jelajah Dunia ala Anak 14 Tahun, Bisa Ditiru Untuk Usir Bosan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim