Suara.com - Tenaga medis penanganan Covid-19 di India merasa khawatir dan panik setelah 13 dokter meninggal akibat terinfeksi virus Corona hanya dalam periode dua pekan terakhir.
Menyadur Gulfnews, Minggu (2/8/2020), 12 dokter diantaranya meninggal dunia di Institut Ilmu Kedokteran Medis India (AIIMS) yang dikelola pemerintah federal di Patna.
Usia rata-rata dokter yang gugur dalam peperangan menghadapi pandemi Covid-19 itu sekitar 65 tahun. Kondisi itu membuat tenaga medis, diwakili Asosiasi Medis India (IMA), menjadi khawatir sekaligus geram.
Mereka, kata sekretaris IMA, Dr. Sunil Kumar, merasa kesal terhadap pemerintah negara bagian lantaran tidak menggubris permintaaan untuk membeastugaskan dokter yang berusia 65 tahun ke atas.
Di sisi lain, fasilitas kesehatan termasuk Alat Pelindung Diri (APD) yang diberikan pemerintah bagi tenaga medis juga kerap tidak memadai dan di bawah standar.
“Kami sangat khawatir dengan kematian dokter. Kami meminta berkali-kali kepada pemerintah negara bagian, tapi tidak pernah didengar," kata Dr. Sunil Kumar.
Wakil presiden IMA Dr Ajay Kumar menyalahkan pasokan peralatan dan sarung tangan PPE di bawah standar. Menurutnya, masalah itu turut jadi faktor meningkatnya kematian akibat Covid-19 di antara tenaga medis.
Di sisi lain, permintaan komunitas medis akan 50 persen dari otal sekitar 1.000 tempat tidur di AIIMS-Patna juga tak dikabulkan pemerintah.
Kondisi itu membuat mereka pada akhirnya mengembangkan fasilitas perawatan COVID-19 secara mandiri di Patna, ibu kota Bihar, untuk menyelamatkan nyawa masyarakat.
Baca Juga: IDI Tegaskan Tidak Ada Uji Klinis Antibodi Covid-19 Ciptaan Hadi Pranoto
“Kami mencoba memobilisasi sumber daya kami untuk mengembangkan pusat perawatan COVID-19 di mana dokter akan diberikan prioritas dalam perawatan,” jelas Dr. Sunil Kumar.
Selain dokter, pandemi Covid-19 juga telah merenggut nyawa teknisi di laboratorium pemerintah Bihar.
Tiga teknisi telah meninggal akibat virus Corona kini telang menyebar hampir di seluruh negara bagian tersebut.
COVID-19 telah merenggut 298 nyawa dan menginfeksi 50.987 orang di Bihar hingga 31 Juli, menurut laporan departemen kesehatan negara.
Berita Terkait
-
Dokter: Nama Hadi Pranoto di Video Anji Tidak Dikenal di Komunitas Ilmiah
-
PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang hingga 13 Agustus 2020
-
Belum Lihat Video Anji? Berikut Ragam Klaim Antibodi Covid-19 Hadi Pranoto
-
Kanada Luncurkan Aplikasi Deteksi Covid-19, Bagaimana Cara Kerjanya?
-
Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, China Kirim Tim Medis ke Hong Kong
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Pakar UGM Usul 3 Reformasi MBG: Fokus ke Siswa Miskin hingga Benahi Menu
-
Usai Dadan Terasangka, Prabowo Ultimatum Mitra Makan Bergizi Gratis: Yang Brengsek Segera Tobat!
-
Rudal Iran Hantam Bandara Kuwait, Teheran Klaim Eror Sistem Patriot AS
-
Kejati Jakarta Tetapkan Ko Xiong Tersangka Korupsi Kredit Rp600 Miliar di KoinWorks
-
Bom Waktu di Bawah Aspal Jakarta: Mengapa Jalan Amblas Bisa Terjadi Lagi?
-
Limbah Filter Rokok Picu Polusi Mikroplastik Global, Lebih Berbahaya?
-
Kasus Pengurusan Izin Tinggal WNA, KPK Ungkap Alur Perintah dan Aliran Uang ke Silmy Karim
-
Sony Sanjaya Ucapkan Selamat ke Kepala BGN Baru, Singgung Hadiah Indah Usai Jadi Tersangka Korupsi
-
Fantastis! KPK Ungkap Nilai Pemerasan Wamen Silmy Karim Tembus Ratusan Miliar
-
Dadan Cs Tersangka, Komisi IX DPR Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pengadaan Barang di BGN