Suara.com - Seorang pria misterius di Turki menjual buah semangka dengan harga murah menggunakan supercars Lamborghini Aventador.
Menyadur The Sun, Jumat (4/9/2020), pria tersebut berjualan buah semangka di Piyalepasa Boulevard di distrik Beyoglu di sisi Eropa Istanbul.
Pria yang belum diketahui identitasnya menggunakan bagasi depan mobil sport seharga Rp 14 miliar di Indonesia tersebut sebagai etalase.
Bukannya mahal, pria tersebut justru menjual semangka dengan harga yang murah, ia menjual semangka hanya 5 Lira Turki atau Rp 9.900 per kilonya.
Penduduk setempat terlihat mengantre untuk membeli semangka, namun banyak juga yang hanya ingin melihat mobil sport tersebut.
Setelah wartawan datang ke tempat ia berjualan, pemilik Lambo tersebut langsung menggeber mobil sport yang dibekali mesin 6.500 twin turbo tersebut dan meninggalkan barang dagangannya.
Tidak jelas persis mengapa pemilik Lambo melakukan aksi tersbeut, tetapi beberapa berspekulasi itu hanya aksi 'panjat sosial'.
Dikutip dari Anadolu Agency, Tim Direktorat Cabang Inspeksi Lalu Lintas Departemen Kepolisian Istanbul menetapkan bahwa pengemudi yang menjual semangka tersebut adalah warga negara Iran.
Pria itu dikenakan denda administratif sebesar 1.228 lira (Rp 2,4 juta) sesuai dengan Pasal Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Raya, "Menggunakan dan mengizinkan kendaraan untuk dikendarai untuk tujuan selain sesuai registrasi", dan kendaraan tersebut ditahan selama 15 hari.
Baca Juga: Jika Piala Asia U-19 2020 Batal, Timnas U-19 Akan Lanjut TC ke Portugal
Dalam keterangan supir di kantor polisi tersebut, diketahui bahwa ia mengatakan ada fenomena media sosial di Iran dan ia melakukan aksi tersebut untuk membuat video dan membagikannya di media sosial.
Itu bukan pertama kali sebuah sportcar dengan tenaga hampir 700 dk digunakan untuk hal yang tidak lazim, contohnya untuk mengantarkan buah.
Sebuah toko buah Pakistan di Dubai, Uni Emirate Arab, memiliki cari unik untuk mengantarkan buah mangga ke pelanggannya.
Mereka menggunakan Lamborghini Huracan untuk mengantarkan buah mangga khas dari Pakistan ke rumah pelanggan.
"Raja harus melakukan perjalanan seperti raja," ujar direktur pelaksana Supermarket Pakistan Mohammad Jehanzeb, dikutip dari Gulf News.
Tidak hanya mengantarkan buah, pihak toko juga sesekali mengajak pelanggan berkeliling dengan supercar mahal tersebut.
Untuk menikmati pelayanan tersebut, pelanggan harus berbelanja buah minimal 100 dirham atau setara Rp 388 ribu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur
-
Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang
-
Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti
-
183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar
-
Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran
-
Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun
-
Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran
-
Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?