News / Metropolitan
Rabu, 09 September 2020 | 17:56 WIB
Dua kubu remaja terlibat tawuran di atas laut. (Twitter/@UCIKINI)

Suara.com - Baru-baru ini terjadi tawuran antar kelompok remaja. Bukan di jalanan atau gang-gang kampung, mereka memilih tawuran di lokasi yang antimainstream: laut.

Tawuran tersebut berlangsung di perairan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, pada 10 Agustus 2020, hal ini sudah dikonfirmasi oleh kepolisian.

Dalam video yang telah dijadikan rujukan media massa terlihat dua kelompok pemuda membawa parang dan celurit. Mereka saling sabet.

Pemandangan itu tentu saja bikin miris. Pengamat politik Denny Siregar melalui akun Twitter @Dennysiregar7 menyebut mereka kelewat kreatif.

"Harusnya sekalian dilepas ikan-ikan hiu supaya lebih seru dan jadi tontonan yang menarik," katanya.

Sedangkan sejarawan JJ Rizal melalui akun Twitter @JJRizal dengan kalimat satire mengatakan dari orang darat menjadi orang laut, kalau kalah jadi bajak laut, jika menang jadi raja laut. "Demikian warga ibu kota poros maritim dunia," katanya.

Sementara komedian Ernest Prakasa melalui akun Twitter @ernestprakasa menulis: "Tawuran di laut, cluritnya karatan kena air asin."

Kasus tawuran di laut sudah ditangani polisi Kalibaru. Polisi setempat menyatakan tidak ada korban jiwa. Polisi menyayangkan hal itu bisa terjadi. Mereka mengundang tokoh masyarakat setempat untuk membantu menyelesaikan persoalan dan mencari cara untuk mencegah kasus serupa terulang di masa mendatang.

Baca Juga: Viral Video Anak Kalibaru Tawuran di Laut Dekat New priuk, Warganet Miris

Load More