Suara.com - Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengklaim pemerintah telah menyiapkan banyak tempat termasuk hotel bintang 2 dan 3 bagi pasien Covid-19 agar bisa menjalani isolasi mandiri.
Sehingga kata Doni, tidak ada masyarakat yang melakukan isolasi secara mandiri di rumah atau daerahnya.
"Intinya adalah menyiapkan lebih banyak tempat untuk isolasi mandiri agar tidak ada masy yang melakukan isolasi mandiri di daerah atau rumah yang secara kesehatan tidak memadai. Ini semuanya kita fasilitasi, termasuk hotel bintang 2-3 yang telah kami koordinasikan," ujar Doni dalam jumpa pers, Senin (14/9/2020).
Doni menyebut koordinasi dengan pemerintah daerah saat ini sudah berjalan seperti di DKI Jakarta, Depok, Bekasi, Medan, Semarang dan Surabaya.
"Untuk DKI sudah berjalan koordinasinya. Kemudian juga Jawa Barat khusus Depok dan Bekasi, Sumut di Medan. Semarang dan Surabaya juga. Jadi di kota-kota ini, selain tempat isolasi dan karantina mandiri yang disiapkan pemda, pempus juga siapkan hotel bintang 2 sampai 3," tutur dia.
Doni menuturkan untuk di Rumah Sakit darurat di Wisma Atlet, masih banyak tersedia tempat tidur untuk pasien gejala ringan dan sedang sebanyak 3.000 tempat tidur di Tower 6 dan Tower 7.
"Khusus RS atlet, tower 6 dan 7, itu masih sangat luas. Atau masih banyak bed yang kosong. Jadi dari total bed untuk pasien sedang-ringan berjumlah 3.000 bed. Yang terisi baru sekitar 1.600 bed saja," ucap dia.
Kemudian untuk tempat tidur bagi pasien isolasi mandiri di Rumah Sakit Wisma Atlet yakni masih tercukupi. Pasalnya dari 1.600 tempat tidur, baru terisi 85 tempat tidur.
"Untuk flat isolasi mandiri tower 4-5, sudah beroperasi tower 5 dengan kapasitas 1.600 bed. Dan baru terisi sekitar 85 bed tadi malam. Dan ini bisa diikuti secara real time lewat data Puskes TNI dan siapa saja yang nanti diterima adalah mereka yang sudah dapat rekomendasi/rujukan dari puskesmas daerah masing-masing," kata dia.
Baca Juga: Catat! Mulai Besok, Anies Larang Pasien Corona Isolasi Mandiri di Rumah
Satgas Penanganan Covid-19 kata Doni, sudah menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahwa pemerintah telah menyiapkan hotel di wilayah terdekat jika flat di Wisma Atlet tidak mencukupi.
"Apabila flat 4 dan 5 ini tidak lagi mencukupi maka kita telah siapkan hotel di wilayah terdekat baik di Jakpus, Jaktim, Jakbar, dan Jaksel. Sehingga kekhawatiran masyarakat tentang penuhnya ruang isolasi ini bisa kita carikan solusinya," tutur Doni.
Lebih lanjut, pihaknya juga sudah berpesan kepada Gubernur DKI Jakarta itu Anies Baswedan untuk tidak menggunakan GOR dan Balai yang kualitasnya tidak memungkinkan dalam perawatan untuk isolasi mandiri.
"Termasuk kami sampaikan pesan kepada Gubernur DKI, untuk sementara jangan lagi gunakan tempat-tempat misalnya GOR, balai-balai yang mungkin kualitasnya tidak memadai. Sehingga kenyamanan masyarakat yang mendapat perawatan bisa lebih maksimal," katanya.
Berita Terkait
-
Panglima TNI Kunjungi PPAD, Pererat Silaturahmi dan Apresiasi Peran Purnawirawan
-
Kau Pergi, Tapi Tak Pernah Hilang: Doa dan Cinta untuk Doni Monardo
-
CATATAN Egy Massadiah: Ketika Jenderal Maruli Membangunkan Sang Komandan
-
Santi Ariviani Istri Doni Monardo Bukan Orang Biasa, Anak Pensiunan TNI Sekaligus Mantan Bupati
-
Mengenal Reizalka Dwika Monardo, Putra Doni Monardo yang Lolos Akmil Tanpa Embel-embel Nama Sang Ayah
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
DPR Beberkan Poin-poin Perubahan di RUU Polri: Ada Soal Aturan Polisi Bertugas di Luar Institusi
-
Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk
-
Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra
-
Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat
-
Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Memuaskan, Tuai Berbagai Pujian
-
Tuntutan 5 Tahun Penjara Dianggap 'Fiksi', Noel Sebut Jaksa Paksakan Fakta di Kasus K3
-
Gaji Rp7 Juta Tapi Punya Nissan GT-R Rp12 M, Noel Heran Kekayaan Bobby Mahendro: Gila Ini Orang!
-
Sanksi Tegas Tawuran: 40 KJP Siswa Jakarta Melayang, Tapi Harapan Sekolah Tak Boleh Padam
-
Didampingi Haris Azhar, Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Diperiksa Kejagung Soal Skandal Migor