Suara.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD meminta mahasiswa ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan meningkatkan kesadaran bela negara.
"Untuk menjaga keutuhan NKRI, itu harus karena kita sudah punya negara yang merdeka. Mari bela negara menurut profesi masing-masing. Ada yang di bidang kedokteran, ekonomi, hukum, menurut keahlian dan profesi masing-masing," katanya pada kuliah umum kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru UNS, Solo, Senin (14/9/2020).
Ia mengatakan saat ini mahasiswa yang merupakan bagian dari generasi milenial atau disebut juga generasi Y dan Z jumlahnya sangat besar, yaitu 34,45 persen dari total penduduk yang ada di Indonesia. Berdasarkan hasil riset yang dirilis oleh PEW Research Center, generasi ini memiliki karakteristik unik dan menarik.
"Karakternya lebih dipengaruhi oleh kemajuan iptek. Generasi ini lebih mudah mengakses informasi, sesuai dengan konsep bela Negara disesuaikan dengan bentuk ancaman yang dihadapi saat ini dan di masa depan. Ancaman saat ini bukan militer atau fisik, tetapi nonmiliter dan nonfisik," katanya.
Ia mengatakan beberapa ancaman yang dihadapi negara, di antaranya persaingan global, perdagangan bebas, upaya pelemahan SDM, perusakan sosial dan budaya, destruksi pada kemajemukan, sikap intoleransi dan rong-rongan nasionalisme, dan derasnya arus informasi.
"Ini semuanya harus disikapi dengan sikap bijaksana. Mahasiswa akan ikut membangun pemerintahan karena nasionalisme bisa luntur kalau yang memerintahkan koruptif, mau enaknya sendiri," katanya.
Oleh karena itu, ia meminta agar para mahasiswa bisa menjadi kader bangsa yang antikorupsi sehingga bisa menjadi calon pemimpin yang bersih dan berintegritas.
Untuk bisa memiliki sifat tersebut, dikatakannya, harus ditanamkan beberapa sikap dasar, salah satunya adalah cinta tanah air.
"Karena inti bela Negara adalah mencintai negeri ini, dengan begitu akan timbul rasa ingin membelanya. Ini juga harus didukung dengan suasana kepemimpinan yang kondusif. Di Indonesia memiliki suku, agama, ras yang beragam maka sikap toleran menjadi sangat penting. Masyarakat harus hidup rukun dalam perbedaan sesuai dengan ajaran Bhinneka Tunggal Ika," katanya. [Antara]
Baca Juga: Cerita Syekh Ali Jaber Ngantri Sambil Doa untuk Ketemu SBY di Singapura
Berita Terkait
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo
-
KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP
-
Hanya Jawab Singkat, Begini Respons Kapolri Usai Dikritik Mahfud MD Soal Kasus Febrie
-
Habiburokhman Jawab Kritik Mahfud MD: Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Demi Redam Friksi
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Borong Perhiasan di Passion Jewelry, Nasabah BRI Bisa Dapat Cashback hingga Rp5 Juta!
-
Perkuat Lini Serang, Kendal Tornado FC Rekrut Winger Jepang Yushi Yamaya
-
DPR Dinilai Gagal Awasi Pemerintah, 15 Akademisi Bentuk Kabinet Bayangan
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta
-
Kasus Sutrimo Jadi Ujian Negara, Koalisi Sipil Desak Usut Tuntas Kaitan dengan Eks Jampidsus
-
Rio Fahmi Yakin Persija Berkembang Usai Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026
-
Tito Mohon-mohon ke Purbaya Minta Cairkan Tambahan Anggaran Rp 6 T buat Pemulihan Sumatra
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup