Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menyita aset milik mantan Bupati Mojokerto, Mustafa Kamal Pasa berupa tanah dan bangunan senilai Rp 3 miliar.
Penyitaan aset tak bergerak itu berkaitan dengan status Mustafa sebagai tersangka dalam kasus iindak pidana pencucian uang (TPPU).
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut tanah dan bangunan itu disita pada Selasa (15/9/2020) hari ini.
Luas keseluruhan tanah dan bangunan mencapai 31.815 meter persegi berada di Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu kabupaten Muba, Provinsi Sumatra Selatan.
"Melakukan penyitaan dan pemasangan plang tanda penyitaan barang bukti berupa tanah dan bangunan seluas 31.815 meter persegi," kata Ali Fikri saat dikonfirmasi.
Tanah dan bangunan itu merupakan Aset PT Musi Karya Perkasa dengan SHM Nomor 00281 atas nama Ahmad Syamsu Wirawan yang masih memiliki ikatan keluarga dengan tersangka Mustofa.
Ali menduga bahwa tanah ini dibeli oleh tersangka Mustofa pada 2015 dan dilakukan pembangunan mes, kantor, pagar beserta fasilitas di dalamnya untuk mendukung kegiatan usaha AMP-Hotmix. PT Musi Karya Perkasa mengerjakan proyek jalan Dinas PUPR Kabupaten Musibanyuasin pada 2015 lalu.
"Adapun estimasi nilai aset saat ini mencapai lebih kurang Rp 3 miliar," ucap Ali.
Untuk memastikan aset yang disita KPK, penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap Kepala DPMPTSP Kabupaten Muba Erdian Syahri.
Baca Juga: Minta Publik Tak Curiga Sidang Etik Firli Ditunda, DPR: Pikir Positif Saja
Menurut Ali, penyidik menelisik Erdian mengenai kronologis dan legalitas pendirian PT Musi Karya Perkasa yang beroperasi di Kabupaten Muba.
"Karena diduga perusahaan sengaja ini dioperasionalkan oleh tersangka Mustafa dengan tujuan melakukan TPPU melalui bantuan dan perantaraan kerabatnya," tutup Ali.
Untuk diketahui, Mustofa telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencucian uang senilai Rp 34 miliar. Sebelumnya, Mustofa dijerat kasus suap dan gratifikasi.
Mustofa diduga telah menyimpan sejumlah uang secara tunai dan sebagian uang disetorkan ke rekening bank pribadinya.
Modus yang dilakukan Mustofa, yakni menyimpan uang hasil kejahatan itu melalui beberapa perusahaan keluarga. Bahkan, pencucian uang itu disembunyikan dengan berpura-pura mengutang.
Adapun hasil gratifikasi Mustafa di antaranya berupa 30 unit mobil, 2 unit kendaraan, 5 unit jet ski, uang tunai sekitar Rp4,2 miliar dan dokumen MUSIKA Group.
Berita Terkait
-
DJP Kemenkeu Berhentikan Sementara Pegawai Pajak Terjaring OTT KPK
-
Pegawai Pajak Kena OTT KPK, Purbaya: Kami Bantu Dari Sisi Hukum, Tak Akan Ditinggal
-
Harga Alphard Eks Menag Yaqut di LHKPN Tuai Sorotan, Beda Jauh dari Harga Resmi?
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
Terkini
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP
-
Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis
-
50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital
-
Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar