Suara.com - Pendakwah Hilmi Firdausi mengingatkan bahwa hari ini, 18 September, 72 tahun silam (1948), terjadi pemberontakan PKI Madiun dibawah pimpinan Musso atau Musso Manowar.
Dalam pemberontakan hari itu, kata Hilmi, banyak ulama dan santri dibunuh.
Musso adalah yuniornya Alimin yang juga memberontak tahun 1927. Kemudian pada 30 September 1965 gantian yuniornya Musso, Aidit, yang beraksi.
"Semoga anak cucu PKI tidak pernah berpikir lagi untuk memberontak, karena mereka akan berhadapan dengan TNI dan umat Islam," kata pendiri Sekolah Islam Terpadu Daarul Fikri dan pengasuh PAA Yatim Dhuafa Assa’adah yang dikutip Suara.com dari Twitternya.
Pendiri Fadli Zon Library yang juga anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon mengatakan dalam pemberontakan yang dipimpin Musso di Madiun, banyak ulama dan kyai serta tokoh pemerintahan Republik diculik dan dibantai.
Ketika para pejuang RI Soekarno-Hatta dan lain-lain konsentrasi menghadapi Agresi Militer Belanda, kata Fadli Zon, PKI menusuk dari belakang.
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid mengingatkan agar generasi sekarang jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.
"#jas merah," kata Hidayat Nur Wahid mengomentari informasi sejarah yang disampaikan Fadli Zon.
Jas merah merupakan singkatan dari pidato Bung Karno yang terakhir pada 17 Agustus 1966: Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah! Setelah itu, tahun 1967, Bung Karno tak lagi menjadi Presiden RI.
Baca Juga: Serukan Waspada, Ustaz Tengku Zul Sebut Komunis Berbahaya Tiap September
Berita Terkait
-
Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun
-
Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja
-
Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun Terkait Kasus Dugaan Fee Proyek dan Dana CSR Maidi
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Mau Berangkat Haji, Menkeu Purbaya Ngaku Masih Sering Lupa Doa Meski Sudah Belajar
-
DPR Dukung Pemerintah Desak PBB dan AS Segera Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel
-
Tanya Dolar ke Menkeu, Prabowo-Purbaya Ngobrol soal Fondasi Ekonomi
-
Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu
-
Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Dibekuk Bareskrim, Diduga Jadi Beking Bandar Sabu!
-
Sempat Ajukan Penundaan Pemeriksaan dalam Kasus Haji, Muhadjir Effendy Tiba-tiba Muncul di KPK
-
MPR Pastikan Tak Lagi Libatkan Juri LCC Empat Pilar yang Bermasalah: Sanksi Sosial Sudah Berjalan
-
Anies Baswedan Soroti Dampak AI pada Remaja: Tantangan Besar Buat Orang Tua dan Guru