Suara.com - Sekelompok pria di Pakistan memperkosa seorang perempuan di depan suaminya yang tengah disandera.
Menyadur Samaa, Sabtu (19/9/2020), pasangan asal Toba Tek Singh ini merupakan korban penipuan lowongan pekerjaan.
Atas insiden penipuan, penyerangan dan pemerkosaan ini, kepolisian Sheikhupura telah menahan sejumlah orang yang diduga merupakan pelaku.
Kepolisian Sheikhupura, Ghazi Salahudin mengatakan kejadian berawal saat seorang pria yang merupakan bagian dari geng, menjanjikan pasangan ini lowongan pekerjaan tukang pijat, dan meminta mereka untuk menyambangi kota Kala Shah Kaku.
Percaya dengan informasi itu, pasangan yang sebelumnya bekerja di rumah penduduk Rawalpindi ini datang ke tempat yang dijanjikan.
Tak disangka, saat pasangan yang telah kehabisan uang dan tengah menunggu pria yang menjanjikan pekerjaan itu di monumen Minar-e-Pakistan, Lahore, tiba-tiba sekelompok pria asing menghampiri dan menculik mereka.
Tiga pria asing, yang salah satunya menjanjikan pasangan ini pekerjaan, membawa keduanya dengan sepeda motor ke sebuah tempat.
Setelahnya, si suami dalam keadaan terikat, dibiarkan menyaksikan istrinya yang dirudapaksa secara bergilir oleh geng itu.
Dalam kurun waktu tak kurang dari dua pekan, kasus pemerkosaan serupa yang melibatkan geng juga terjadi Punjab.
Baca Juga: Sudah Ada Investor yang Tertarik, Geng Kapak Segera Masuk MPL?
Seorang perempuan di Gujjarpura pada 9 September, dirudapaksa secara bergilir oleh dua pria tak dikenal di jalan raya Lahore-Sialkot, di depan anak-anaknya.
Perempuan ini diserang ketika tengah kehabisan bahan bakar saat melakukan perjalanan menuju Gujrawanwala. Kasus ini memicu kemarahan warga Pakistan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
Terkini
-
Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah
-
Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!
-
Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi
-
Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?
-
Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli
-
Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta
-
ICW Temukan Selisih Harga Fantastis Pengadaan Mobil KDKMP, Potensi Rente Tembus Rp5,5 Ttriliun
-
Hendardi Sentil Kejagung: Jangan Defensif dan Lecehkan Nalar Publik Soal Penanganan Korupsi