Suara.com - Kepala Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, ragu perubahan iklim akan tertangani dengan baik setelah menyaksikan buruknya kerjasama antar negara dalam menyelesaikan pandemi virus Corona.
Di tengah makin melonjaknya jumlah kematian global akibat pandemi virus Corona, Guterres menilai kerjasama antar negara tak berjalan dengan baik dan semestinya.
Pernyataan pria asal Portugal itu tak berlebihan jika melihat negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia justru saling bersaing alih-alih bekerjasama mencari solusi terbaik.
Pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Kamis (24/9/2020), AS dan China bahkan saling serang terkait penanganan virus Corona.
Para pejabat dari dua negara superpower itu memilij saling berdebat dibandingkan mencari jalan keluar.
"Pandemi adalah ujian nyata kerja sama internasional. Sebuah tes yang pada dasarnya kami gagal," kata Antonio Guterres dikutip dari Channel News Asia (CNA), Jumat (25/9/2020).
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan diplomat tinggi pemerintah China, Wang Yi, keduanya menyindir Amerika Serikat selama pertemuan dewan virtual tentang pemerintahan global pasca-COVID-19.
Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat, Kelly Craft lantas menjawab bahwa kedua negara harus berkaca dan merasa malu pada diri mereka masing-masing.
"Saya heran dan saya muak dengan isi diskusi hari ini ... anggota dewan yang mengambil kesempatan ini untuk fokus pada dendam politik daripada masalah kritis yang ada," kata Kelly.
Baca Juga: Selama Musim Panas, Orang Usia Muda Lebih Banyak Terinfeksi Covid-19
Meskipun tidak menyebutkan negara mana pun, Lavrov mencatat bahwa pandemi telah memperdalam perbedaan antar negara bagian.
"Kami melihat upaya dari masing-masing negara untuk menggunakan situasi saat ini untuk memajukan kepentingan sempit mereka saat ini, untuk menyelesaikan masalah dengan pemerintah yang tidak diinginkan atau pesaing geopolitik," beber Lavrov.
Ketegangan yang sudah lama membara antara Amerika Serikat dan China mencapai titik didih terkait pandemi, menyoroti upaya Beijing untuk mendapatkan pengaruh multilateral yang lebih besar sebagai tantangan bagi kepemimpinan tradisional Washington.
Wang Yi menyerukan koordinasi dan kerja sama yang lebih baik di antara kekuatan utama pada pertemuan kemarin.
"Negara-negara besar bahkan lebih berkewajiban untuk mengutamakan masa depan umat manusia, membuang mentalitas Perang Dingin dan bias ideologis, dan bersatu dalam semangat atau kemitraan untuk mengatasi kesulitan," kata Wang.
Tag
Berita Terkait
-
Klaim Tiongkok Atas Laut China Selatan yang Kontradiktif dengan Hukum
-
Orang Terkaya di China: Jack Ma Digeser Pedagang Air Galon
-
Kritik Isi Pidato Jokowi di Sidang PBB, Rocky Gerung: Cuma Kayak Sambutan
-
Sentil Jokowi, Rocky: Divided Nation Kok Berusaha Nasehati United Nations
-
Jam di New York Ini Bisa Prediksi Sisa Waktu Cegah Bencana Iklim?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah
-
Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas