Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi sasaran amukan massa yang kecewa terhadap keputusannya mengesahkan UU Omnibus Law Cipta Kerja.
Tidak hanya di jalanan, DPR yang dinilai telah mengkhianati rakyat tersebut juga menjadi bulan-bulanan massa di media sosial.
Sesaat setelah DPR selesai sidang paripurna, rakyat berduyun-duyun memblokir akun media sosial DPR RI.
Sampai pada akhirnya, banyak warganet Indonesia yang salah sasaran menumpahkan kemarahannya.
Alih-alih memaki DPR RI, sejumlah warganet terciduk memaki-maki penyanyi asal Korea Selatan DPR Live di akun Instagramnya @dprlive.
Kesalahan warganet itu terungkap setelah pengelola akun Twitter @AREAJULID membagikan bukti tangkapan layar makian warganet.
"Dis! netizen indo buat ulah lagi alias salah ser ver woi," tulis Area Julid menjelaskan foto-foto unggahannya, Kamis (08/10/2020).
Dalam foto-foto yang dibagikan Area Julid, nampak kolom komentar penyanyi DPR Live diserbu oleh cercaan dari warganet.
"Tolak omnibus law!" tulis pemilik akun Instagram @belitoprak***
Baca Juga: Massa Buruh Hendak Demo Omnibus Law di DPR Bubarkan Diri, Kenapa?
"Padahal udahh jelas ava sama postingannya gak ada hubungannya sama DPR RI tapi komennya pada oot, kalo mau ngelawak juga gak lucu anjir dabin gatau apa-apa woii malu-maluin tahu gak?" timpal akun @s.mrd***
Sementara pemilik akun @michell*** meminta maaf atas ulah warganet Indonesia yang tertangkap basah salah sasaran tersebut.
"I'm sorry for some people who comment on your posts, they do not mean to insult you, here they have a misunderstanding, sorry," kata dia.
Menurut informasi yang diolah dari berbagai sumber, DPR Live merupakan penyanyi rap dari Korea Selatan yang sudah eksis sejak tahun 2017 silam.
Adapun DPR merupakan singkatan dari "Dream Perfect Regime" di mana ia telah merilis album pertamanya bertajuk Is Anybody Out There? pada 3 Maret 2020.
Berita Terkait
-
Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai
-
Anggota DPR Kecewa Menhub Absen Rapat Kecelakaan Maut: Yang Punya Gawe Kok Nggak Hadir?
-
DPR: Daerah Sudah Tak Mampu Gaji PPPK, Guru Harus Diangkat Jadi PNS
-
Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI
-
Puan Maharani Tak Tinggal Diam Soal Larangan Nobar Film Pesta Babi: Memang Sensitif!
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China