Suara.com - Sejumlah spanduk bertuliskan kampanye anti terpasang di sepanjang Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2020).
Menariknya salah satu spanduk bertuliskan bahwa KAMI terbukti menunggangi demo buruh dan pelajar.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, spanduk-spanduk itu terpasang dengan diikatkan di antara pohon-pohon taman Jalan Merdeka Barat ke arah Istana.
Spanduk itu berukuran kurang lebih 2 sampai 3 meter.
Menariknya diantara spanduk itu, terlihat beberapa yang bertuliskan bahwa demo buruh dan pelajar disebut ditunggangi oleh KAMI.
"KAMI Terbukti MENUNGGANGI AKSI DEMO BURUH & PELAJAR," tulis kalimat dalam spanduk seperti apa yang dilihat oleh Suara.com, di lokasi.
Sementara itu, belum diketahui siapa yang memasang dan bertanggung jawab atas spanduk-spanduk tersebut. Tak diketahui juga kapan spanduk-spanduk itu dipasang.
Adapun di hari ini sejumlah buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menggelar aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.
Mereka ingin menyampaikan aspirasinya ke Istana Negara namun tertahan di depan Kementerian Pariwisata.
Baca Juga: Tolak UU Cipta Kerja, Pendemo Mulai Berdatangan ke DPRD Sumut
Sementara itu, adapun orator dari atas mobil komando mempertanyakan mengapa pihaknya ditahan di area Patung Kuda, Kementerian Pariwisata. Buruh menginginkan menggelar aksi di depan Istana agar didengar presiden.
"Surat pemberitahuan kami jelas kami ingin menggelar aksi di Istana. Di Kementerian Pariwisata saja tak didengar apalagi di Istana," kata salah satu orator.
Menurut orator, buruh yang menggelar aksi hari ini telah merasa dibohongi dan tak terakomodir. Mereka menuntut presiden menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perppu.
Sebelumnya, Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) akan menggelar aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja hari ini di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2020).
Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita, mengatakan, aksi ini akan digelar mulai pukul 11.00 WIB.
Menurutnya, aksi ini akan diikuti sekitar 2.000 buruh.
Tag
Berita Terkait
-
Demo 1.500 Buruh di Kemenkeu Batal Digelar usai Said Iqbal Lobi Purbaya
-
Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh Belum Turun ke Jalan Meski Harga Pertamax Melonjak
-
Kasbi Ungkap Ada Intimidasi dan Doxing Usai Sampaikan Seruan Aksi May Day
-
Tolak Penetapan UMSK 2026, Ribuan Buruh Jawa Barat Gelar Aksi di PTUN Bandung
-
Buruh Jakarta Masih Ngotot Tolak Gaji Rp5,7 Juta, Pramono Anung: Urusan UMP Sudah Selesai!
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bedah Titik Lemah KPK: Bagaimana Dokumen Rahasia Bocor Lewat Siasat Orang Dalam?
-
Geliat Literasi Anak Muda: Minat Baca Bangkit, Harga Buku Sulit
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa
-
Posisi Cermin di Kamar Tidur Baiknya di Mana? Ini Penjelasan Ahli Interior dan Feng Shui
-
4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
-
Usai Dibungkam Vietnam, Herdman Kirim Pesan Emosional untuk Suporter Timnas Indonesia
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang