Suara.com - Joe Biden menyebut Donald Trump seperti Abraham Lincoln pada saat debat calon presiden Amerika Serikat putaran terakhir.
Menyadur The Sun, Jumat (23/10/2020) selama debat yang digelar di Nashville, Tennessee mengenai hubungan ras, Biden mengatakan kepada Trump bahwa dia adalah salah satu presiden paling rasis dalam sejarah modern.
Merujuk pada presiden AS yang pindah untuk menghapus perbudakan pada tahun 1863, Trump mengklaim: "Sejak Abraham Lincoln, tidak ada yang melakukan apa yang telah saya lakukan untuk komunitas Kulit Hitam."
"Saya orang paling tidak rasis di ruangan ini," tegas Trump.
Tetapi Biden menyerang Trump karena perbandingannya dengan Abraham Lincoln.
"Abraham Lincoln di sini adalah salah satu presiden paling rasis dalam sejarah modern," kata Biden, mengacu pada Trump.
"Dia menuangkan bahan bakar ke setiap isu rasis. Setiap orang. Dia memulai kampanyenya dengan menuruni eskalator dengan mengatakan bahwa dia akan menyingkirkan 'pemerkosa Meksiko' itu. Dia melarang Muslim karena mereka Muslim." jelas Joe Biden.
Kemudian Trump menjawab: "Dia menyebutkan Abraham Lincoln, dari mana asalnya?"
"Anda bilang Anda Abraham Lincoln," sela Biden.
Baca Juga: Denny Ingatkan Motif Menlu AS Ketemu Ansor, Yaqut: Kejauhan Analisisnya Bro
"Tidak, tidak. Saya tidak mengatakan 'Saya Abraham Lincoln.'" jata Trump.
"Saya berkata, 'Sejak Abraham Lincoln, apakah ada yang melakukan apa yang telah saya lakukan untuk komunitas Kulit Hitam'." jelas Trump.
Trump mencoba mencemari catatan hak-hak sipil Biden dengan menunjuk kasus RUU kejahatan tahun 1994 dan menyebut Biden mengklaim bahwa dia menyebut orang kulit hitam sebagai pemangsa super.
Biden sebelumnya mengatakan RUU kejahatan adalah kesalahan.
Perselisihan capres tersebut dipicu setelah moderator Kristen Welker, dari NBC News, bertanya kepada Trump tentang gerakan Black Lives Matter di Amerika Serikat.
"Tuan Presiden, Anda menggambarkan gerakan Black Lives Matter sebagai simbol kebencian. Anda membagikan video seorang pria yang meneriakkan 'kekuatan putih' kepada jutaan pendukung Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru