TNI kemudian membalas dengan melakukan penembakan ke bagian kampung Hitadipa daerah Muara Sungai Hiyabu dan Sungai Dogabu pada 13.55 WIT selama kurang lebih 30 menit.
Almarhum Meriam Zoani atau Zanambani lalu menemui rombongan TNI di ujung lapangan terbang Hitadipada sekira pukul 14.55 WIT. Setelah didesak, wanita yang kerap disapa Mama tersebut membenarkan Pendeta Yeremia ada di kandang babi.
Sore harinya, angota TNI datang ke Kampung Taunduga. Mereka membakar bangunan kesehatan serta rumah dinas dengan klaim kalau anggota separatis bersenjata ada di tempat itu. Satu anggota TNI tewas, banyak warga terdampak.
Setelah itu, empat oknum anggota TNI mendatangi kandang babi tempat Pendeta Yerima berada, pada Sabtu (19/9/2020). Dua berjaga di Jalan Induk Kabupaten Intan Jaya, sementara dua lagi menuju kandang babi, termasuk Alpius.
Keduanya membunuh Pendeta Yeremia. Dua tembakan mengarahnya, satu ke tangan kiri, satu lagi ke arah dinding. Pendeta jatuh lalu diduga ditusuk dengan pisau tajam di bagian belakang.
Saat langit gelap, Mama datang ke kandang babi menjemput Pendeta Yeremia. Namun, Pendeta Yeremia kedapatan sudah tersungkur berlumur darah. Namun Pendeta Yeremia masih bisa berkomunikasi dan mengatakan, dia ditembak oleh orang yang sering diberinya makan.
Haris mengatakan, Pendeta Yeremia ditembak dengan senjata api standar militer. Penembakan dilakukan kurang lebih satu meter dan mengenai bagian tubuhnya, dengan satu peluru ke tangan kiri bagian atas. Pada bagian kulit, terlihat irisan lurus vertikal berkisar 7 hingga 10 sentimeter.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya