Ajaibnya, berkas itu dinyatakan telah memenuhi persyaratan. Sehingga Gus Dur bisa bersaing dengan Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan presiden.
"Kemudian dibaca oleh Sekjen DPR, mau pingsan ya saya. Subhanallah di sinilah wali-nya Gus Dur. Sekjen MPR bilang seluruh persyaratan kelengkapan calon presiden atas nama KH Abdurrahman Wahid dinyatakan lengkap. Setelah itu Gus Dur terpilih (jadi capres)," ucap dia.
Pada pukul 14.00 WIB, Khofifah kembali dihubungi Gus Dur untuk mencari lima nama calon wakil presiden.
Cawapres yang dipilih Gus Dur ketika itu yakni Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Namun setelah menghubungi PDIP, mereka tidak mau menyiapkan berkas. Sebab pihak PDIP tidak mencalonkan Megawati sebagai cawapres, namun sebagai capres.
Hingga pukul 02.30 WIB dini hari, ia belum mendapatkan syarat kelengkapan berkas cawapres.
"Apa yang terjadi, kemudian Bismillah, atas perintah Gus Dur saya melaksanakan ini," ucap Khofifah yang menjabat Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Gus Dur.
Khofifah menyebut dirinya yang mengantarkan satu lembar berkas pencalonan Megawati sebagai cawapres dari Gus Dur.
"Saat itu yang mengantarkan pencalonan Ibu Megawati sebagai Cawapres saya sendiri. Tidak ada dari PKB, nggak ada yang mau menemami. Kalau dari PDIP memang tidak mencalonkan Ibu Megawati sebagai cawapres, tetapi sebagai capres. Satu lembar tertulis bahwa Fraksi PKB mencalonkan Ibu Megawati sebagai cawapres dari Presiden KH Abdurrahman Wahid," ucap dia.
Baca Juga: Bukan Cuma Kementerian Sosial, Gus Dur Juga Pernah Bubarkan Satpol PP
Kemudian ia pun menyerahkan satu lembar berkas tersebut kepada petugas di Gedung KK 1 MPR.
Saat penyerahan berkas, ia kembali ditanyakan petugas terkait berkas lainnya.
Khofifah lantas menjawab bahwa Megawati sebelumnya telah lolos administrasi saat mendaftar jadi capres.
Sehingga berkas tidak diperlukan lagi saat Megawati didaftarkan jadi cawapres.
Petugas itu pun akhirnya bisa menerima alasan itu dan meloloskan pendaftaran Megawati sebagai cawapres Gus Dur dari PKB.
"(Dalam hati) pokoe Bismillah, Gus Dur dalem nderek panjenengan. Ini tugas panjenengan (pokoknya Bismillah, Gus Dur saya manut/ikut (perintah) Anda. Saya manut karena ini tugas (dari) Anda—red). Saya cuma kasih tahu (ke petugas) ini surat pencalonan sebagai calon wakil presiden. Persyaratan lain kan kemarin sudah (saat Megawati) nyalon presiden. Berarti sama itu surat kelengkapan persyaratannya," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Rincian Anggaran Pemkot Banjarmasin Viral, Belanja Susu dan Buah Wakil Wali Kota Tembus Rp228 juta
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
PKB Buka Suara soal Ambang Batas Parlemen: Fleksibel soal Angka, Asal Suara Rakyat Tak Hilang
-
KPK Dalami Kasus Maidi, Tiga Kepala Dinas Pemkot Madiun Diperiksa
-
Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia