Suara.com - Eks Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie menyarankan pemerintah Indonesia menawarkan status kewarganegaraan kepada miliarder asal China, Jack Ma.
Pasalnya, Jack Ma dikabarkan menghilang selama dua bulan terakhir usai mengkritik pemerintahan RRC yang berada di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping.
Melalui akun Twitter miliknya @jimlyas, anggota DPD RI itu menyarankan negara-negara dunia bisa membantu Jack Ma dengan menawarkan status kewarganegaraan, termasuk Indonesia.
"Baik juga jika dunia akal sehat bisa bantu selamatkan dan mesti ada negara yang tawarkan status bila perlu jadi warga negara," kata Jimly seperti dikutip Suara.com, Selasa (5/1/2021).
Menurut Jimly, jika pemerintah Indonesia siap maka Indonesia bisa menawarkan status kewarganegaraan kepada Jack Ma agar menjadi Warga Negara Indonesia.
"Kalau kita siap, WNI juga ok," ungkap Jimly.
Jimly berharap, Jack Ma dalam kondisi baik-baik saja meskipun ia dikabarkan menghilang dari publik selama dua bulan terakhir.
"Ada berita hilangnya Jack Ma dari publik selama bulan-bulan terakhir setelah beredar berita tentang kritiknya terhadap pemerintahan RRC. Semoga tidak apa-apa," tutur Jimly.
Jack Ma Menghilang
Baca Juga: Profil Jack Ma, Mantan Guru Bahasa Inggris Jadi Orang Terkaya di China
Mantan CEO Alibaba Group, Jack Ma, dilaporkan tidak terlihat di publik selama lebih dari dua bulan, setelah mengkritik regulator keuangan negara dan bank-bank milik negara secara blak-blakan, dalam pidatonya di Shanghai pada Oktober lalu.
Miliarder teknologi asal China itu menyerukan reformasi sistem yang menahan inovasi bisnis dan menyamakan peraturan perbankan global dengan "klub orang tua".
Pidato tersebut membuat marah pemerintah China, yang memandang kritikannya sebagai serangan terhadap otoritas Partai Komunis dan menyebabkan tindakan keras terhadap kegiatan bisnis Ma.
Pada November, para pejabat Beijing menangguhkan penawaran umum perdana senilai 37 miliar dolar AS dari Ant Group miliknya atas perintah langsung Presiden Xi Jinping.
Menurut Bloomberg, para pejabat menyarankan Ma untuk tetap di China sebelum meluncurkan penyelidikan anti-monopoli ke dalam Alibaba Group Holding pada malam Natal. Beijing juga memerintahkan perusahaan teknologi keuangan Ma, Ant Group untuk mengurangi operasinya.
Ma kemudian secara misterius menghilang dari acara TV Africa's Business Heroes sebelum final November dan fotonya juga dihapus dari halaman web panel penjurian acara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR
-
KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!
-
Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc
-
Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan
-
Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak
-
Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu
-
Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman
-
6 Fakta Tragis Siswa SMP di Siak Tewas Saat Ujian IPA, Senapan Rakitan Mendadak Meledak