Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan tanggapannya melalui pernyataan:
"Selamat kepada Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris atas pelantikan Anda berdua yang amat bersejarah. Presiden Biden, Anda dan saya telah menjalin persahabatan personal yang hangat selama beberapa dekade. Saya menantikan kerja sama dengan Anda untuk lebih memperkuat aliansi AS-Israel, untuk memperluas perdamaian antara Israel dengan negara Arab, serta untuk menghadapi tantangan bersama yang antara lain ancaman dari Iran."
Juru Bicara Kelompok Hamas Palestina Fawzi Barhoum menyatakan:
"Tidak ada penyesalan atas perginya Trump, karena ia telah menjadi sumber dan pendukung terbesar ketidakadilan, kekerasan, dan ekstremisme di dunia, juga mitra langsung atas pendudukan Israel dalam agresi terhadap rakyat kami."
"Presiden AS Joe Biden harus membalikkan kebijakan yang sesat dan tak adil terhadap rakyat kami dan meletakkan fondasi bagi keamanan dan stabilitas di kawasan."
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menulis sebuah cuitan di Twitter:
"Dunia mengetahui bahwa hanya AS yang mampu memperbaiki dirinya sendiri--secara praktik, bukan hanya kata-kata."
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus juga menulis cuitan:
"Selamat Presiden @JoeBiden dan Wakil Presiden @KamalaHarris atas #pelantikan Anda berdua hari ini. Demi dunia yang lebih sehat, lebih adil, lebih aman, dan lebih berkelanjutan!"
Baca Juga: Joe Biden Resmi Cabut Larangan Warga Muslim Masuk Amerika Serikat
Sementara pada Kamis, Presiden Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Biden dan Kamala Harris melalui Twitter.
"Congratulations @JoeBiden and @KamalaHarris on your inauguration as the 46th President and Vice President of the United States," cuit Jokowi.
Jokowi berharap kemitraan strategis antara Indonesia dengan Amerika Serikat dapat terus ditingkatkan.
"Let us continue to strengthen our strategic partnership, not only for the benefit of our two nations, but for a better world for all," demikian Jokowi.
Berita Terkait
-
Joe Biden Resmi Cabut Larangan Warga Muslim Masuk Amerika Serikat
-
Joe Biden Jadi Presiden AS, Apa Pengaruhnya ke Indonesia
-
Resmi Jadi Presiden, Joe Biden Keluarkan Perintah Wajib Pakai Masker
-
Aksi Menggelegar Lady Gaga di Pelantikan Joe Biden
-
Serba-serbi Pelantikan Joe Biden, Mobil Warisan Trump hingga Alkitab Tua
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR
-
Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
-
Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati
-
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!
-
Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma
-
Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat
-
Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi
-
Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray
-
Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel
-
Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku