Suara.com - Beberapa hari lalu, pedagang daging sapi, khususnya di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, melakukan aksi mogok jualan selama tiga hari karena tingginya harga komoditas ini di pasaran.
Berbeda dengan di Jabodetabek, pedagang daging sapi di kawasan Bandung, seperti di Pasar Kosambi, tetap memilih berjualan, meskipun harganya mencapai Rp125 ribu per kilogram.
"Sudah jatuh tertimpa tangga pula," itulah yang dirasakan oleh salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Kosambi Kota Bandung, Yayah.
Yayah mengaku tidak bisa serta merta menaikkan harga daging sapi, meskipun harganya naik dari tingkat pemasok, terlebih saat ini sedang pandemi COVID-19 yang membuat daya beli masyarakat menurun.
Menyikapi masalah gejolak harga daging tersebut, pemerintah pun tak tinggal diam.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berupaya mencari solusi menstabilkan harga daging sapi dengan mempertemukan langsung Asosiasi Pedagang Daging Indonesia dan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) merespons kenaikan harga daging sapi di pasaran.
Selain itu, pemerintah juga mencari alternatif sumber daging maupun sapi bakalan dari negara lain, misalnya impor daging dari India, Brasil, dan bahkan sapi dari Meksiko.
Impor ditempuh karena menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Syailendra kenaikan harga daging sapi di dalam negeri sedikit banyak dipengaruhi oleh kenaikan harga daging sapi di salah satu negara pengekspor daging sapi ke Indonesia, yaitu Australia.
Dua langkah tersebut bisa dikatakan sebagai "upaya jangka pendek" untuk meredam gejolak harga daging sapi karena permasalahan tersebut selalu terjadi kembali.
Baca Juga: Harga Daging Sapi Tembus Rp 130.000/Kg, Gapenda 'Geruduk' DPRD Banten
Lantas apa langkah jangka panjang yang harus disiapkan pemerintah untuk memutus masalah gelojak harga daging sapi di pasaran.
Swasemda daging sapi lokal, mungkin bisa menjadi salah satu jawabannya.
Pertengahan tahun 2020, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan terus mendorong pengembangan ternak asli Indonesia, yakni Sapi Pasundan sebagai salah satu solusi pemenuhan kebutuhan pangan nasional yaitu daging sapi.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita menjelaskan sapi pasundan merupakan salah satu kekayaan ternak lokal Indonesia yang telah dipelihara secara turun-menurun oleh masyarakat peternak Jawa Barat sebagai sumber penghidupan.
Pengembangan sapi pasundan sebagai upaya pemenuhan daging nasional merupakan langkah yang tepat di saat negeri ini masih mengalami kekurangan daging sapi, mengingat keunggulan komparatifnya dibanding sapi lain yang sudah lama hidup di lingkungan tropis.
Ketut menjelaskan pengembangan sapi pasundan bertujuan mempertahankan sumber daya genetik lokal dan upaya penyelamatan plasma nutfah asli Indonesia.
Berita Terkait
-
Tren Steak Premium: Eksplorasi Rasa Daging Sapi Australia di Awal Tahun
-
Harga Cabai dan Daging Sapi Mulai Berangsur Turun
-
Harga Pangan Mulai Murah Usai Libur Nataru, Cabai Rawit Tembus Rp 59 Ribu
-
Pemerintah Tegaskan Impor Daging Sapi untuk Industri Bukan Kosumsi Masyarakat
-
Harga Cabai Rawit Merah Terus Melonjak, Tembus Rp 60.000 per Kg
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi
-
Jejak Berdarah Pembunuh Sadis Rumania Berakhir di Bali, Diciduk Tim Gabungan di Kerobokan