Suara.com - Mantan Panitera Pengganti di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi didakwa menerima suap mencapai Rp 1,21 miliar.
Uang suap itu diterima untuk mengurus perkara dua mantan anggota DPRD Papua Barat yang terjerat korupsi, Jimmy Demianus Ijie dan Robert Melianus Nauw.
"Bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya," kata Jaksa Kresno Wibowo dalam pembacaan dakwaan di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (1/2/2021).
Jaksa Tresno menyebut terdakwa Rohadi mendapatkan uang suap itu agar dapat membantu Robert dan Jimmy agar diputus bebas di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA).
Di mana, ditingkat pertama di Pengadilan Tipikor Jayapura Robert dan Jimmy divonis 1 tahun 3 bulan.
Keduanya pun mengajukan banding di Pengadilan Tinggi (PT). Dan hukuman mereka makin diperberat untuk Jimmy 2 tahun dan Robert 4 tahun.
Jaksa Kresno mengungkapkan Jimmy dan Robert dapat bantuan dari Rohadi tak lepas dari peran dua hakim di Pengadilan Tinggi Jayapura yakni, Julius C. Manupapami dan Sudiwardono.
Kedua hakim ini yang menyarankan agar Jimmy dan Robert meminta bantuan kepada Rohadi. Lantaran Rohadi merupakan orang yang dekat dengan pejabat di MA.
"Itu Sudiwardono mengatakan bahwa benar ada teman (Rohadi) yang bisa membantu 'mengurus' perkara tersebut di MA dan untuk segala 'sesuatunya' agar berhubungan langsung melalui Julius," ucap Jaksa Kresno.
Baca Juga: Fokus Usut Pemberi Suap, Dalih KPK Ogah Bawa Eks Mensos Juliari Reka Ulang
Selanjutnya, Jimmy dan Robert mengikuti saran kedua hakim tersebut. Sehingga, Sudiwardono menemui Rohadi untuk membantu perkara Jimmy dan Robert di tingkat MA.
Kemudian, kata Jaksa, Rohadi menyepakati akan membantu Jimmy dan Robert setelah melakukan pertemuan dengan Sudiwardono. Di mana Rohadi meminta uang mencapai Rp 1,21 miliar.
Dalam dakwaan kedua, terdakwa Rohadi menerima sejumlah suap terkait pengurusan perkara dari sejumlah pihak. Mereka yakni, Jeffri Darmawan melalui perantara Rudi Indawan sebesar Rp 110 juta.
Kemudian, Yanto Pranoto melalui perantara Rudi Indawan Rp 235 juta; Ali Darmadi Rp 1.608.500.000,00; terakhir Sareh Wiyono Rp 1,5 miliar.
Dari sejumlah penerimaan suap terdakwa Rohadi ditotal mencapai Rp 4.663.500.000. Di mana uang itu diterima Rohadi sejak 2010 sampai 2016.
Rohadi didakwa melanggar Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dan juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Raja Juli, Pejabat Kemenhut Diduga Ikut Terima Dolar dari Bupati Kuansing
-
KPK: Pemerasan Bupati Pemalang Baru Libatkan Staf KPK Dias dan Ayahnya, Perantara Masih Diusut
-
Staf KPK Dicecar Penyidik soal Mekanisme Pemerasan Terkait Perkara Bupati Pemalang
-
Digugat Praperadilan, KPK Siap Hadapi Pejabat BPK Titin di PN Jaksel
-
Buntut Temuan Rp4 Miliar di Rumah, Kadis PUPR Bengkulu Akhirnya Diperiksa KPK
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan