LBH Medan juga sempat melakukan investigasi ke RS Bhayangkara untuk memperoleh keterangan dari pihak dokter. Mereka mendapatkan keterangan kalau tersangka sudah meninggal sebelum dibawa ke rumah sakit.
"Jadi kami menduga ini meninggal di tahanan lalu dibawa ke RS bhayangkara," tuturnya.
Versi Polisi
LBH Medan mencium adanya kejanggalan atas informasi yang disampaikan oleh pihak kepolisian. Meskipun menyebut kalau dua tersangka meninggal karena sakit, tetapi keterangan yang disampaikan oleh beberapa narasumber justru berbeda.
Seperti yang disampaikan oleh pihak Polsek Sunggal, di mana dua tersangka disebut meninggal karena sakit lambung dan paru. Kemudian pihak Polrestabes sama sekali tidak menyebut gejala yang diderita dua tersangka dan Kabid Humas Polda Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja (sekarang Direktur Reserse Kriminal Umum Polda) mengatakan penyakitnya adalah jantung dan paru.
Keterangan polisi yang berbeda-beda itu lantas dipatahkan oleh hasil rekam medis dua tersangka yang menunjukkan tidak ada kelainan pada jantung maupun paru-parunya.
Dugaan penyiksaan tersebut kemudian diperparah oleh upaya dari RS Bhayangkara kepada keluarga korban untuk tidak mengambil langkah autopsi. Menurut keterangan keluarga, pihak rumah sakit seolah menakut-nakuti supaya tidak mau autopsi.
"Dan keluarga korban juga diminta untuk membuat surat pernyataan dan video juga untuk yang namanya Rudi Effendi," tuturnya.
Atas banyaknya kejanggalan tersebut, LBH Medan memutuskan untuk membuat laporan di Polda Sumut, YLBHI, Amnesty Internasional Indonesia, Komna HAM, Ombudsman. LBH Medan juga meminta LPSK untuk turut membantu melindungi dua orang saksi kunci yang saat ini juga sedang di dalam tahanan yakni kakak kandung dan kakak ipar dari korban.
Baca Juga: Polisi Disebut Langgar HAM Jika Kasus Laskar FPI Extra Judicial Killing
Berita Terkait
-
Peradilan Militer Dinilai Tidak Adil, Keluarga Korban Kekerasan Anggota TNI Gugat UU ke MK
-
Pengibaran Bendera Jolly Roger One Piece Bukan Makar, LBH Medan: Pemerintah dan DPR Lebay
-
Dinilai Lambat Tangani Pembunuhan Wartawan, LBH Medan Kritik Keras Pomdam I/BB
-
Wartawan Dibakar Hidup-hidup, Keluarga Korban Minta Terdakwa Dihukum Mati
-
Catatan KontraS: Sepanjang 2024, Polisi Lakukan 34 Extra Judicial Killing
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas