Suara.com - Pernyataan Henri Subiakto, Staf Ahli Kemenkominfo yang membandingkan UU ITE dengan kitab suci menuai beragam tanggapan. Salah satu tanggapan datang dari Ustaz Tengku Zulkarnain yang keras mempertanyakan pernyataan tersebut.
Lewat sebuah cuitan di akun Twitternya, Tengku Zul mengomentari sebuah artikel berita yang membahas soal pernyataan Henry Subiakto tersebut.
Tengku Zul menyayangkan adanya pemikiran semacam itu muncul dari seorang staf ahli yang bergelar profesor.
"UU ITE kok disamakan dengan kitab Suci? Apa pembuat UU ITE sudah merasa jadi Tuhan, ya...?" tulis Tengku Zul Mimggu, (21/2/2021).
"Atau anda anggap Tuhan? Profesor, punya pikiran begini?" lanjut Tengku Zul.
Menanggapi polemik tentang UU ITE dan cuitan Tengku Zul, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Beberapa dari mereka tampak setuju dengan cuitan Tengku Zul.
"Membandingkan UU ITE itu seharusnya dengan UU lain semisal UU AS atau lainnya. Kitab suci Al-Qur'an itu tiada banding. Seharusnya isi UU ITE acuanya adalah Pancasila dan UUD1945 dan Pasal pasal dalam UU ITE harus jelas dan detail karena jangan sampai terjadi multitafsir yang berbeda," tulis warganet dengan akun @IAhmadq****.
"Astagfirullah...... Orang pintar stetmennya kok ngawur," tulis warganet dengan akun @RasyaK****.
"Gelar tinggi kadang tidak korelasi dengan kecerdasan. Akibat jabatan, jadi sesukanya ngomong. UU ITE buatan manusia, yang pasti salah. Sedang Kitab Suci (AlQuran) adalah Kalamullah, firman Allah/firman Tuhan. Pasti benar& tak mungkin salah. UU ITE tidak perlu ditafsir, sudah cacat sejak lahir!" tulis warganet lain dengan akun @AbuZahraAbu****.
Baca Juga: Bentuk Tim Bahasa Revisi UU ITE, Mahfud Bakal Tampung Aspirasi Masyarakat
Sebelumnya, diketahui bahwa Henri Subiakto selaku Staf Ahli Kemenkominfo memberi pernyataan yang membandingkan UU ITE dengan kitab suci.
Ia menyebut jika terjadi interpretasi yang salah, tak berarti UU tersebut harus diubah. Ia juga menyebut, kitab suci sering ditafsirkan masing-masing tapi tak lantas diubah begitu saja.
Tag
Berita Terkait
-
AMSI: Revisi UU ITE Harus Jerat Perusahaan Media Sosial, Bukan Pengguna
-
Amnesty Indonesia Lihat Dua Faktor Jokowi Mau Revisi UU ITE
-
YLBHI: Banyak Orang Ditangkap dengan Siar Kebencian
-
Sebut Ada Relasi Kuasa UU ITE, YLBHI Singgung Pernyataan Jokowi Soal Obat
-
Bentuk Tim Bahasa Revisi UU ITE, Mahfud Bakal Tampung Aspirasi Masyarakat
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA