Suara.com - Eks pentolan FPI Habib Rizieq Shihab mencecar mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto dalam persidangan kasus kerumunan Petamburan, Jakarta Pusat. Sidang Rizieq berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (12/4/2021).
Rizieq mempertanyakan mengapa Heru selaku Kapolres kala itu tak melarang sejak awal acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya di Petamburan.
Awalnya Rizieq bertanya kepada Heru soal prediksi acara di Petamburan bakal dihadiri orang banyak atau tidak. Heru pun menjawab dirinya sudah memprediksi bahwa akan terjadi kerumunan massa.
"Dari sisi itu kemudian anda melakukan koordinasi kemudian, pertanyaan saya kenapa anda tak lakukan preventif larang saja dari awal?" tanya Rizieq kepada Heru dalam persidangan.
Heru kemudian menjawab, soal pelarangan dari awal Bayu Meghantara selaku wali kota Jakarta Pusat kala itu sudah memberikan imbauan. Namun, Rizieq mengaku tak puas dengan jawaban tersebut.
"Ini saya bertanya wewenang anda saya tidak bertanya wewenang pak wali kota, anda kan tadi bilang berhak untuk membubarkan anda punya wewenang?" kata Rizieq.
Merespons hal hakim coba menengahi. Majelis hakim menjelaskan bahwa wali kota bersama TNI-Polri merupakan bagian dari satgas Covid-19 juga yang tergabung ke dalam 3 pilar. Rizieq kembali cecar Heru soal wewenangnya untuk membubarkan acara di Petamburan.
"Nah pertanyaan saya kenapa anda tidak gunakan itu wewenang, karena kalau anda gunakan itu wewenang itu preventif mencegah. Kenapa anda enggak gunakan? Apa pertimbangan anda nggak gunakan itu wewenang? Bahwa ini ada kerumunan besar kesana kemarin anda ketemu wali kota dan sebagainya, kenapa anda tak larang dari awal saja?," tanya Rizieq.
"Informasi pak wali menyampaikan acara itu akan terselenggara dengan menggunakan protokol kesehatan. Patokan itu lah kami memberikan toleransi," jawab Heru.
Baca Juga: Di Sidang Rizieq, Polisi Ngaku Sempat Minta Nikahan Najwa Shihab Dibatalkan
Adapun selain Heru, saksi yang dihadirkan dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi ini antara lain Oka Setiawan (Senior Manager Of Aviation Security bandara Soetta), Ferikson Tampubolon (Kasat Intelkam Polres Jakpus), hingga Rustian (perwakilan BNPB).
Rizieq dalam kasus tersebut didakwa telah melakukan penghasutan hingga ciptakan kerumunan di Petamburan dalam acara pernikahan putrinya dan maulid nabi Muhammad SAW.
Berita Terkait
-
Cecar Saksi di Ruang Sidang, Habib Rizieq Seret-seret Nama Mahfud MD
-
Alasan Eks Kapolres Jakpus Tak Bubarkan Acara di Petamburan; Takut Rusuh
-
Di Sidang Rizieq, Polisi Ngaku Sempat Minta Nikahan Najwa Shihab Dibatalkan
-
Sidang Rizieq, Eks Kapolres Cerita Aksi Tutup Jalan Oknum Berbaju Putih
-
Di Sidang, Bandara Soetta Ngaku Rugi Rp16 Juta Gegara Kerumunan Rizieq
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Kritik Tajam Formappi Soal LCC Empat Pilar: Tragedi Memalukan yang Runtuhkan Marwah MPR
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Ekonom UGM Sebut Publik Bakal Kena Imbas Harga Naik
-
Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal
-
Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar
-
Rekam Jejak Kontroversial Sara Duterte: Dari Pukul Petugas hingga Ancam Pembunuhan Ferdinand Marcos
-
Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus
-
Puan Maharani Soal Larangan Nobar Film 'Pesta Babi', Minta DPR Panggil Pihak Terkait
-
SMAN 1 Pontianak Tuntut Klarifikasi LCC 4 Pilar MPR RI: Juri Diduga Tak Konsisten
-
Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres