Pada saat Pemilu 2004, Azwar lantas terpilih sebagai anggota DPR RI dengan perolehan suara 135.337 suara di daerah pemilihan Jatim III yang meliputi Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo.
Selama menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2004-2009, Azwar terlibat di sejumlah Pansus sekaligus sebagai alat kelengkapan DPR, beberapa di antaranya ialah:
- Wakil ketua Pansus RUU Pilpres
- Pansus Tata Ruang
- Pansus RUU ITE
- Panitia Anggaran
- Inisiator lahirnya Angket BBM, BLBI, Angket Haji, dan Angket Hak Rakyat untuk memilih DPT.
Meski begitu, di Pemilu 2009, ia tercatat gagal menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014. Akhirnya, Azwar kembali ke Banyuwangi untuk mengikuti pemilihan Bupati Banyuwangi. Ia berpasangan dengan Yusuf Widyatmoko dan terpilih sebagai Bupati Banyuwangi untuk periode 2010-2015.
Sejumlah program yang berhasil diluncurkan selama menjabat sebagai bupati Banyuwangi ialah;
- Peresmian Bandar Udara Blimbingsari
- Pendidikan gratis
- Event budaya Banyuwangi Ethno Carnival, Banyuwangi Jazz Festival, Tour de Ijen, dan Banyuwangi Festival hingga wisata eco-tourism.
Pada tahun 2015, Azwar kembali terpilih sebagai Bupati Banyuwangi. Berikut daftar karier Azwar:
- Reporter Radio Prosalina FM di Jember (1990-1992)
- Reporter Radio Prosalina FM di Jakarta (1992)
- Interviewer Survey Research Indonesia (SRI) (1992-1993)
- Wasekjen PP IPNU (1993-1996)
- Sekretaris Jenderal PP IPNU (1996-2000)
- News Editor Radio Attahiriyah 98,8 FM Jakarta (1994-1997)
- Sekretaris Pokja Transmigrasi Pesantren, kerjasama Deptrans dan PBNU (1998)
- Wiraswasta Bidang Otomotif (1998-Sekarang)
- Anggota MPR RI (1997-1999)
- Ketua Umum PP IPNU (2000-2003)
- Ketua PP. GP Ansor (2004-2009)
- Wakil Sekjen DPP PKB (2001-2005)
- Wakil Bendahara Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB (2008-2009)
- Anggota DPR RI / MPR RI (2004-2009)
- Wiraswasta bidang Agribisnis (2008-)
- Bupati Banyuwangi, 2010-2015, 2015-2020
Itulah profil Abdullah Azwar Anas yang disebut masuk bursa calon Menteri baru Jokowi dalam isu reshuffle kabinet yang sedang beredar.
Kontributor : Lolita Valda Claudia
Baca Juga: Gara-gara Ini, Raffi Ahmad Digadang-gadang Masuk Isu Reshuffle Kabinet
Tag
Berita Terkait
-
Profil Muhammad Rapsel Ali, Politisi Nasdem Diisukan Masuk Kabinet Jokowi
-
Viral! Potret Sederhana Presiden Jokowi, Numpang Toilet di Rumah Warga
-
Presiden Jokowi Beberkan Alasan Pelarangan Mudik Lebaran 2021
-
Jokowi: Perencanaan Wilayah Bukan Sekadar Membangun Gedung
-
Gara-gara Ini, Raffi Ahmad Digadang-gadang Masuk Isu Reshuffle Kabinet
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional