Suara.com - Tim Satuan Tugas Penegakan Hukum Nemangkawi terus menelusuri sumber dana dan jaringan kelompok kriminal bersenjata di wilayah pedalaman Papua, dimana sejumlah senjata api dan amunisi yang dibeli oleh PK yang ditangkap di Nabire pada Senin (19/4) untuk mendukung KKB pimpinan EK di wilayah Nduga.
Kepala Satgas Humas Nemangkawi Kombes M. Iqbal Alqudusy mengatakan sejak 2018 PK bersama-sama dengan GG telah memasok sejumlah senjata api dan amunisi kepada KKB.
"Mereka sudah melakukan pembelian senjata api sebanyak empat pucuk yaitu dua pucuk jenis M-16 dan dua pucuk jenis SS-1 dengan total biaya yang sudah dikeluarkan sebesar Rp1 miliar. Dana tersebut bersumber dari saudara GG. PK tidak hanya sebagai pemasok, tetapi sekaligus juga sebagai penyandang dana. Kelompok ini memberikan senjata dan amunisi kepada kelompok EK di Nduga," tutur Iqbal.
Sejumlah senjata api dan amunisi tersebut diketahui bersumber dari DCW yang saat ini berstatus narapidana di Lapas Kelas II Nabire. "Saudara Decky ini sebagai penghubungnya," kata Iqbal.
Dari penelusuran yang dilakukan Tim Satgas Gakkum Nemangkawi, diketahui bahwa PK sebelumnya pernah menangani pekerjaan (kontraktor) pengadaan 1.000 unit solar cel atau PLTS di Kabupaten Intan Jaya.
Yang bersangkutan sudah lama masuk dalam target pihak kepolisian atau masuk dalam daftar pencarian orang terkait dengan aktivitasnya mencari dan memasok senjata api dan amunisi ke KKB.
Penangkapan PK merupakan pengembangan dari keterangan DC dan FA yang merupakan tersangka kepemilikan senjata api.
Dari hasil keterangan tersangka DC, diketahui sejumlah transaksi yang dilakukan oleh PK, di antaranya pembelian senjata jenis M4 senilai Rp300 juta.
Lalu pada Desember 2019 PK juga diketahui membeli senjata jenis M-16 dengan harga Rp300 juta. Kemudian, pada awal tahun 2020 yang bersangkutan juga memesan senjata api seharga Rp550 juta.
Baca Juga: Kejar Prajurit TNI yang Gabung KKB, KSAD: Lucky Matuan Masih Ada di Papua
Saat ini, PK telah ditahan di Polres Nabire untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. [Antara]
Berita Terkait
-
11 Kantor Pemerintah Dibakar di Puncak Papua, DPR Desak Pemerintah Bongkar Akar Kerusuhan
-
Salju Abadi Puncak Jaya Hampir Punah, Apa yang Terjadi pada Gletser Papua?
-
Temukan 36 Selongsong Peluru, Komnas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Kembru
-
Dari Wilayah Konflik, Kisah Siswa Mepa Boarding School Berlatih Paskibra Demi Kibarkan Merah Putih
-
Karhutla Papua Selatan Meluas: Mengapa Kalender Pencegahan Perlu Disesuaikan?
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Selama 14 Hari
-
Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah
-
6 Cara Mengatasi Peserta Upacara Pingsan atau Pusing akibat Panas Matahari
-
3 Contoh Teks Sambutan Ketua RT untuk Malam Tirakatan 17 Agustus 2026, Singkat dan Berkesan!
-
UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK
-
Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian
-
Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan
-
Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka
-
Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari
-
OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!