Suara.com - Nasib mengenaskan mengakhiri kehidupan Presiden Chad Idriss Deby yang telah berkuasa selama 30 tahun di negara Afrika Tengah itu. Ia dilaporkan tewas usai ditembaki kelompok pemberontak.
Dilansir dari VOA Indonesia, tentara Chad mengatakan, Presiden Idriss Deby tewas dalam bentrokan dengan para pemberontak.
Berbicara di stasiun televisi nasional hari Selasa (20/4/2021) waktu setempat, seorang tentara Chad mengatakan, Deby tewas karena luka-lukanya ketika mengunjungi tentara di garis depan. Di mana dalam beberapa hari terakhir ini pasukan pemberontak yang dikenal sebagai “Front for Change and Concord in Chard” telah memperluas gerakannya di utara menuju ibu kota N'Djamena.
Pemerintah dan parlemen telah dibubarkan, dan juru bicara Tentara Chad Azem Bermendao Agouna mengatakan sebuah dewan militer akan berkuasa di Chad selama 18 bulan mendatang. Ia mengatakan dewan itu akan dipimpin putra Idriss yang berusia 37 tahun, yaitu Jenderal Mahamat Idriss Deby Itno.
Belum ada konfirmasi independen tentang sebab-sebab meninggalnya presiden Chad itu.
Juru bicara militer Amerika di Komando Afrika menyampaikan rasa belasungkawa kepada rakyat Kanada dan mengatakan AFRICOM “memantau dengan seksama gerakan pemberontak di Chad.”
Hal senada disampaikan juru bicara bagi Sekjen PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric.
Sementara itu Kedutaan Besar Amerika di N'Djamena telah memerintahkan seluruh stafnya untuk mengungsi, merujuk pada potensi terjadinya kerusuhan.
Deby yang berusia 68 tahun telah memimpin Chad pasca kudeta pada Desember 1990, menjadikannnya salah satu pemimpin Afrika yang paling lama berkuasa. Para pengkecam menyebutnya otoriter dan mengecam caranya mengelola pendapatan dari hasil minyak Chad. Namun negara-negara Barat melihatnya sebagai sekutu yang penting dalam upaya melawa kelompok-kelompok ekstremis di Afrika Barat dan Sahel, seperti Boko Haram yang bermarkas di Nigeria.
Baca Juga: Menang Pilpres Lagi, Presiden Chad Ini Nyaris Samai Lama Berkuasa Soeharto
Berita Terkait
-
Berkuasa 30 Tahun, Presiden Chad Tewas dalam Pertempuran Lawan Pemberontak
-
Menang Pilpres Lagi, Presiden Chad Ini Nyaris Samai Lama Berkuasa Soeharto
-
Counterpoint: Pasar HP Xiaomi Melesat di Afrika, Samsung Menurun
-
Nahas, Pemburu Tewas Diinjak Gajah Saat Kabur dari Polisi Hutan
-
Perempuan Afsel Disterilisasi Paksa karena Idap HIV
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH