Suara.com - Selama Januari 2021 sampai April 2021 Komisi Perlindungan Anak Indonesia menemukan 234 anak SD sampai SMA menjadi korban eksploitasi seksual.
"Tentu memprihatinkan apalagi usia korban tidak hanya usia SMA, tetapi juga semakin memuda. Dalam hal ini anak SD pun juga menjadi sasaran korban eksploitasi seksual terhadap anak. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita," kata Ketua KPAI Susanto, hari ini.
Data tersebut menunjukkan pentingnya komitmen pemerintah pusat dan daerah serta stakeholders untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak.
"Kita juga meminta komitmen korporasi karena korporasi tentu memiliki peran besar apalagi kasus-kasus yang lalu yang berhasil ungkap oleh Polda Metro Jaya kalau misalnya hotel losmen dan penginapan juga rentan dalam situasi seperti ini tentu memerlukan komitmen korporasi," kata Susanto.
Peran orangtua juga sangat dibutuhkan untuk menjamin keselamatan anak.
"Masyarakat dan orang tua agar sama-sama memastikan anak-anak kita agar terpantau dengan baik dan tentu anak-anak kita terjamin keselamatannya dari potensi kerentanan kasus kasus eksploitasi. Apakah eksploitasi seksual maupun eksploitasi ekonomi lagi," tutur Susanto.
Perkembangan media sosial juga patut menjadi perhatian. Hasil survei KPAI menunjukkan 42 persen anak di luar belajar, mereka intensif menggunakan media sosial.
"Hasil survei KPAI misalnya tahun 2020 saat itu survei kita memang sudah memasuki masa Covid-19 pandemi Covid-19, 42 persen diluar belajar anak kita memang intensif menggunakan media sosial," kata dia.
"Ini saya kira membutuhkan komitmen apa teman-teman termasuk juga media sosial agar kedepan memberikan proteksi yang lebih intensif bagi anak didik agar tidak menjadi korban."
Baca Juga: Menguras Energi, Revina VT: Jangan Coba Jadi Pahlawan Buat Orang Lain
Berita Terkait
-
Sisi Gelap Filipina, Orangtua Suruh Anak Sendiri Lakukan Adegan Dewasa, Video Dijual ke Pria Nakal
-
Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?
-
Pemerintah Belum Punya Skema Jelas, Kopdes Merah Putih Picu Kekhawatiran Warung Kecil
-
Kopdes Merah Putih Jadi Pengepul Produk Desa, Mendes: Bukan Saingan BUMDes
-
Analis Sebut Prabowo Alami Miopi Politik: Hanya Tahu yang Baik-baik Saja
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?
-
5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos
-
Bcrobes Dorong Riset Berbasis Mikrobioma, Ungkap Potensi Probiotik dalam Mendukung Terapi Jerawat
-
Api Mengamuk di Galangan Kapal Karangsong, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut
-
Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?
-
8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar
-
3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara
-
Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI