Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membuat jalur tambahan untuk sepeda jenis road bike di Jalan Sudirman-Thamrin. Namun, lintasan tersebut tidak diperuntukkan bagi sepeda jenis lainnya.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo yang menyebut, sepeda selain road bike hanya boleh melintas di jalur sepeda permanen yang sudah ada sebelumnya.
"Non-road bike kan mengikuti jalur sepeda permanen sudah ada," ujar Syafrin di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat pada Kamis (3/6/2021).
Dalam praktiknya nanti, jalur sepeda road bike ini dibuka pada Senin hingga Jumat jam 05.00 WIB - 06.30 WIB. Lintasannya menggunakan badan Jalan Sudirman-Thamrin.
Kendati demikian, rincian teknis jalur sepeda berkecepatan tinggi ini masih bersama dengan Kepolisian Polda Metro Jaya. Nantinya akan ada uji coba terlebih dahulu untuk melihat pelaksanaannya.
"Apakah ada di sebelah kiri, atau di sebelah kanan. Tapi kalau kita mengacu pada UU Nomor 22 tahun 2009 maka untuk lajur paling kanan diperuntukan bagi kendaraan dengan kecepatan tinggi," katanya.
Ia juga belum mau membocorkan apakah nantinya lintasan roadbike di Sudirman-Thamrin bakal diberi pembatas.
"Itu sedang dilakukan rapat intensif terkait ini. Setelah semuanya siap, regulasinya siap baru akan kami sampaikan," ucapnya.
Selain di Sudirman-Thamrin, jalur sepeda road bike sudah diujicoba di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang. Nantinya lintasan ini juga hanya bisa dipakai sepeda jenis road bike.
Baca Juga: Wagub DKI Bilang Bakal Ada Jalur Tambahan Buat Road Bike, Dishub: Belum Ada Regulasi
"Belum (dipermanen). Jadi lintasan JLNT hari Minggu besok masih uji coba lagi. Kemudian yang Sudirman-Thamrin saat ini sedang disiapkan regulasinya sekaligus hal-hal teknis operasional pelaksanaan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Risiko Matahari Kembar di Tubuh Polri, Mengapa Kapolri Pilih Mundur Ketimbang Jadi Menteri?
-
Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?
-
Geger! Jutaan Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dirilis, Nama Donald Trump Muncul 5.300 Kali
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu
-
KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung
-
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital
-
Banjir Ganggu Transjakarta Pagi Ini, 3 Rute Dialihkan dan Sejumlah Halte Tak Terlayani
-
Menag Nasaruddin Umar: NU Pesantren Besar, Kuat karena Akhlak dan Moderasi