Suara.com - Komnas HAM menegaskan, pemeriksaan terhadap Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana beserta wakilnya tidak dapat diwakilkan. Kehadiran Bima masih dinantikan Komnas HAM untuk digali keterangannya terkait dugaan kejanggalan penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam mengungkapkan, saat komunikasi terakhirnya, BKN meminta pemeriksaan terhadap Bima untuk diwakilkan utusan mereka.
"Kami masih menunggu Kepala BKN dan Wakil Kepala BKN yang seharusnya kemarin, tapi tidak bisa. Dan (BKN) berkomunikasi dengan kami dengan berubah orang, diwakili sama orang lain, kami tidak mau," tegas Anam saat ditemui wartawan di Kantor Komnas HAM pada Jumat (18/6/2021).
Anam menjelaskan, pemeriksaan terhadap Bima dan wakilnya tidak dapat dilakukan dengan hanya mengirimkan utusan saja.
"Karena kontribusi masing-masing orang berbeda-beda. Kami ingin terang peristiwa ini, semakin cepat semakin baik. Semakin terang semakin bagus untuk kita semua. Untuk kebaikan bangsa dan negara ini," ujar Anam.
Sebelumnya, kata Anam, Komnas HAM telah menggali keterangan dari staf BKN yang turut terlibat dalam proses peralihan pegawai KPK menjadi Aparatus Sipil Negara (ASN).
"Karena ini pendalaman, awalnya sudah kepala pusatnya, kepala bagian begitu yang memang bertanggung jawab di penyelenggaraannya (proses peralihan pegawai KPK) sudah kami minta keterangannya. Dan ada komitmen kalau ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh mereka, pimpinan mereka bersedia untuk datang memberikan keterangan," ujar Anam.
Oleh karenanya Anam meminta Bima untuk datang memenuhi panggilan Komnas HAM pada minggu depan.
"Nah kami akan tunggu itu, mungkin nanti semoga segera ada waktu, kalau bisa awal besoklah (minggu depan), kami sudah bisa berjumpa dengan teman-teman kami dari BKN," jelas Anam.
Baca Juga: Pimpinan Tak Bisa Jawab Pertanyaan Komnas HAM, Makin Kentara Ketidakberesan TWK KPK
Untuk diketahui saat proses peralihan pegawai KPK menjadi ASN, BKN merupakan mitra KPK. BKN turut terlibat langsung dalam proses itu, termasuk terkait Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), yang disebut 75 pegawai yang dinonaktifkan sebagai alat untuk mendepak mereka dari KPK.
Berita Terkait
-
Bantah Komnas HAM, Kemen HAM: Revisi UU Justru Perkuat Posisi Lembaga Pengawas
-
Panas! Kementerian HAM Balik Tuding Komnas HAM Mangkir dari Rapat Pembahasan Revisi UU
-
Alarm Bahaya RUU HAM, Korban Terancam Kehilangan Pengawas Independen
-
Bantah Klaim Pemerintah, Komnas HAM Mengaku Tak Pernah Dilibatkan dalam Draft RUU HAM
-
GRIB Jaya Balik Serang Pihak Ahmad Bahar: Tuding Lakukan Doxing hingga Istri Hercules Trauma
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Mahasiswa Ancam 'Reformasi Jilid II' dalam 18 Hari, Begini Reaksi Kepala BIN
-
Ekonom Kritik Glorifikasi PSN, Pemerintah Lupa Hitung Risiko Pengangguran Kelas Menengah
-
UMKM Menjerit! Barcode BBM Subsidi Diblokir Tiba-tiba, PDIP Desak Pemerintah Transparan
-
Bukan Mewah, Begini Konsep Upacara 17 Agustus di IKN Menurut Basuki Hadimuljono
-
Respons Sinyal DPR Bahas Revisi UU Pemilu, Tito: Apapun Skenarionya Kami Siap
-
Kepala Daerah Sering Kena OTT, Mendagri Tito Usul 'Bonus' dari PAD: Biar Tak Korupsi?
-
Pelemahan Rupiah Belum Berdampak pada Proyek IKN, Basuki: Kontraktor Belum Mengeluh
-
Anggaran Diduga Disunat Rp1,4 M Per Unit, GMNI Laporkan Dugaan Korupsi KDMP ke Kejagung
-
Wamendagri Wiyagus: PAKU Integritas Tak Hanya Soal Urusan Hukum, Melainkan Juga Pelayanan Publik
-
Legislator PDIP Kecewa Pertamax Naik Diam-diam: Tanpa Sosialisasi, Tanpa Penjelasan