"Saya nggak jual narkoba di sini, saya cuma cari makan," jelasnya.
Pemilik Warkop Ngamuk
Setelah itu, emosi pria pemilik warkop tersebut mulai memuncak.
Dirinya pun lantang menjelaskan kepada petugas bahwa ia hanya mencari uang dan memikirkan anak-anaknya.
"Saya cuma mikirin anak-anak saya makan, buat bayar sekolah," lanjutnya.
Pria tersebut pun kemudian mengatakan petugas tidak memikirkan nasibnya.
"Bapak berseragam dapat gaji, saya nggak punya apa-apa," ungkapnya.
Komentar Warganet
Video viral itu pun ramai diperbincangkan warganet. Mereka ikut memberikan respons dan reaksi terkait video tersebut.
Baca Juga: Telak! Demokrat ke Moeldoko: Jika Ada Lalat Politik, Istana Perlu Introspeksi Diri!
"Mungkin agak lebay, sumpah aku pengen nangis ngelihat video ini, ngerasain gimana orangtua ku jualan susah dan baru buka sore malah disuruh tutup lebih awal sehingga pendapatan mereka nggak sebesar kemarin," balas warganet.
"Baiknya bapak polisi tersebut borong dagangan bapaknya, sama-sama bantu. Nggak harus pakai emosi juga pak," timpal warganet.
"Sakit sih kalau bapak itu udah bilang gitu, nggak punya hati kalau nggak luluh," komentar warganet lain.
Berita Terkait
-
Pimpin Ribuan Dokter untuk Kirim Obat Covid ke Warga Miskin, Pesan Luhut ke Panglima TNI
-
Bak Film Action, Warga Nekat Loncat ke Mobil Sedan yang Sedang Melaju Kencang
-
Telak! Demokrat ke Moeldoko: Jika Ada Lalat Politik, Istana Perlu Introspeksi Diri!
-
Sesumbar Tak Percaya Covid-19, dr Lois Bakal Dipolisikan Siang Ini
-
451 Pasien Covid di Indonesia Meninggal saat Isolasi Mandiri, Jabar Cetak Rekor Tertinggi
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China