Kemudian, terdengar lagi celetukkan dari wanita lain yang mulai menawarkan harga di atas Rp 100.000.
Mereka menawar Rp 200.000 dan Rp 300.000.
Namun, akhirnya sang pria memutuskan untuk memberikan uang Rp 500.000.
Dengan wajah kebingungan ibu pedagang es tebu itu hanya bisa diam. Matanya terlihat mulai berkaca-kaca mendengar percakapan keluarga tersebut.
Dengan tangan gemetar dan wajah yang mulai meringis menahan tangis, ibu penjual es tebu itu mulanya enggan untuk menerima uang tersebut.
"Serius pak?" tanya sang penjual.
Akhirnya, ibu penjual es tebu itu menerima dengan mengucapkan terima kasih.
Selepas menerima uang, pedagang es tebu tersebut pun menunduk. Ia terlihat menangis di samping gerobak dagangannya.
Respons warganet
Baca Juga: Idul Adha Saat PPKM Darurat, Pertamina Pastikan Pasokan BBM, LPG dan Avtur Berjalan Lancar
Melihat unggahan tersebut, para warganet pun ikut terharu. Mereka memberikan beragam komentar di kolom komentar.
"Nah ini baru contoh yg baik, buat temen-temen yang masih beruntung punya penghasilan tetap ayo kita bantu saudara-saudara kita yg kurang beruntung dengan cara membeli dagangan mereka," ujar warganet.
"Nggak kerasa air mata netes nontonnya," tambah yang lain.
"Ini salah satu alesan saya pengen jadi orang kaya," tutur warganet.
"MasyaAllah tangannya nahan dulu biar bener-bener halal buat dia dan pas nerima geternya kelihatan banget," kata warganet.
"Terharu liat senyuman ibunya pas dia tau pak haji mau beli sari tebunya, oh ya pak sekedar saran tolong diingatkan ibunya untuk memakai masker juga ya demi keselamatan dan kesehatan ibunya dan kita semua," tambah yang lain.
"Semoga berkah rezekinya pak, dan berkah juga semua pejuang PPKM," sambung lainnya.
Berita Terkait
-
Idul Adha Saat PPKM Darurat, Pertamina Pastikan Pasokan BBM, LPG dan Avtur Berjalan Lancar
-
Viral Pernikahan Dilaporkan Tetangga ke Satpol PP, Padahal Cuma Undang 10 Orang
-
Viral, Mobil Pajero Terobos Penyekatan PPKM Darurat
-
TOK! Pemkot Bogor Larang Salat Idul Adha Berjamaah
-
Bos Kafe 3 Hari Dibui karena Langgar PPKM Darurat: Di Lapas Gak Kayak di Film-film
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Jemaat Dibubarkan Saat Ibadah, Bantul Telusuri Legalitas Gedung Sewa Gereja Misi Sejahtera
-
Cuma Jeda 24 Menit! Dua KRL Rangkasbitung Diteror Pelemparan Batu, Pelaku Masih Misterius
-
Guru dan Kaposyandu Kini Jadi 'Mata-mata' BGN, Pantau Langsung Kualitas MBG
-
Daftar Tersangka Kasus Bea Cukai: Dari Pejabat Elite hingga Bos Korporasi
-
Respons Janji Prabowo, DPR Minta Hapus Klasterisasi Guru dan Jadikan Semua PNS!
-
Pleidoi Menohok Noel: Bela Buruh Diperas, Malah Dituduh Memeras
-
Riset: 80 Persen Warga Pesisir Alami Penurunan Pendapatan Akibat Krisis Iklim
-
Muncul di Mabes Polri, Waka BGN Sony Sanjaya Jawab Isu Panas Kena OTT
-
Menyesal Pernah Jadi Wamenaker, Noel Ebenezer: Pedih Sekali Saya Dapat Jabatan Ini
-
Penasihat Hukum Klaim Noel Ebenezer Ada di Waktu dan Tempat yang Salah dalam Kasus K3