Suara.com - Baliho bergambar politikus bertebaran di ruang publik di tengah pandemi Covid-19. Promosi politikus untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas mereka menuai kritik dari berbagai kalangan.
Budayawan Sujiwo Tejo salah satu tokoh yang mengkritisi pemasangan gambar politikus di tempat publik. Melalui akun Twitter @sudjiwotedjo, dia mendukung aparat menertibkan baliho-baliho itu karena menurutnya kontra dengan keadaan masyarakat akibat terpaan pandemi.
“Pagi. Kudukung penuh bila tentara kembali turun tangan turunkan baliho-baliho," kata Sujiwo.
Dia menjelaskan alasan kenapa baliho tersebut perlu ditertibkan. Pertama, "Tak sesuai rasa senasib pandemi.”
Kedua, kata dia, "Tak etis pada Presiden Jokowi yang sisa masa jabatannya masih lama.”
Ketiga, Sujiwo mengusulkan setelah baliho diturunkan, disumbangkan ke para pedagang kaki lima.
"Bahan balihonya bisa cepat-cepat dimanfaatkan rakyat untuk tenda kaki lima UMKM: Soto Lamongan dan lain-lain.”
Dalam pernyataan di Twitter, Sujiwo menandai akun Twitter Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan jajaran TNI.
Menurut laporan Solopos.com, akhir pekan lalu, Sabtu (7/8/2021), dari Solo menuju ke Yogyakarta, sedikitnya ditemukan belasan baliho bergambar politikus dari salah satu partai.
Baca Juga: Sebut Lagu-Lagu SBY Kacangan, Sujiwo Tejo Akui Iri dengan Kemampuan Melukisnya
Di tempat lain, juga ditemukan politikus dari sejumlah partai berlomba-lomba memasang wajah mereka.
Dalam laporan Suara.com sebelumnya disebutkan, walau banyak politikus kian masif memajang baliho sebagai usaha mengerek elektabilitas dan popularitas menjelang pemilihan presiden 2024, hal itu tetap tak menjadi jaminan dapat merebut hati pemilih pada hajatan lima tahunan.
Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti manuver tokoh partai dengan memasang poster besar di jalan-jalan supaya dapat memenangkan pemilu presiden sudah dapat diprediksi bahwa kontestasi politik pada 2024 ada dua kelompok, yakni: capres baliho dan capres berbasis kinerja.
"Sulit menghentikan perlombaan pembuatan baliho ini. Semuanya ingin menang. Untuk mendapatkan popularitas bisa dilakukan dengan dua hal. Pertama dengan memobilisasi iklan, sekarang baliho, nanti iklan di medsos, elektronik, tinggal menunggu waktu itu akan muncul. Kedua, berbasis pada kinerja," kata Ray Rangkuti, Jumat (6/8/2021).
"Saya menyebut perlombaan capres ini dalam dua varian, capres baliho dan capres berbasis kinerja," Ray menambahkan.
Ray kemudian memberikan penjelasan mengenai ciri-ciri capres baliho dan capres berbasis kinerja.
Berita Terkait
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
Membaca Tembang Talijiwo: Seni Menertawakan Kekacauan Hidup
-
Rimba Satir dan Tawa Pahit dalam Buku Dongeng Mbah Jiwo Karya Sujiwo Tejo
-
Membaca Kelakar Madura Buat Gus Dur: Sebuah Buku Tentang Indonesia yang Menggelitik
-
Tuhan Maha Asyik: Menggugat Cara Beragama yang Kaku dan Dangkal
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan