Suara.com - Sejumlah pejabat mengaku sudah menerima vaksin dosis ketiga atau booster. Mirisnya di saat yang bersamaan para tenaga kesehatan yang sejatinya memiliki hak malah tengah kesulitan memperoleh suntikan vaksin ketiga tersebut.
Relawan LaporCovid-19 Firdaus Ferdiansyah menjelaskan pihaknya kerap menerima aduan dari nakes yang kesulitan mendapatkan vaksin booster. Padahal nakes menjadi pihak yang paling berwenang mendapatkan vaksin booster sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan.
"Bayangkan kami seharian ini, dari kemarin itu kami mendapatkan begitu banyak sekali laporan dari nakes yang bukan hanya tidak mendapatkan tapi kesulitan," kata Firdaus saat dihubungi Suara.com, Rabu (25/8/2021).
Mereka mengadu ke LaporCovid-19 karena kesulitan mendapatkan vaksin booster Moderna. Setidaknya ada dua penyebab mengapa pada akhirnya nakes begitu sulit mendapatkan haknya.
Firdaus menjelaskan penyebab yang pertama bisa jadi stok ketersediaan vaksin ketiga memang terbatas. Lalu penyebab yang kedua bisa juga karena adanya dugaan penyelewengan pendistribusian vaksin booster.
"Intinya disuntikan kepada kelompok-kelompok yang tidak semestinya atau tidak berhak dalam hal ini di luar nakes," ujarnya.
Menurutnya, vaksin Moderna juga sebenarnya diberikan sebagai suntikan pertama dan kedua bagi masyarakat umum dengan catatan ada surat keterangan dokter. Tetapi kalau untuk dijadikan vaksin ketiga, maka yang berhak mendapatkan itu hanyalah para nakes.
Itu disampaikan Firdaus sebab kalau melihat prinsip dari keadilan vaksin (vaccine equity), pemberian vaksin itu dilakukan berdasarkan tingkat kerentanan resiko terinfeksi. Karena itu lah mengapa nakes diberikan vaksin ketiga atau booster lantaran menerima resiko yang tinggi dibandingkan lainnya.
Terlebih di Indonesia sudah tidak terhitung berapa banyak nakes yang terpapar Covid-19. Bahkan LaporCovid-19 mencatat kurang lebih ada 1.800 nakes yang meninggal dunia setelah menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi.
Baca Juga: Dosis Ketiga Alias Booster: Efektif atau Cuma Buang-buang Vaksin Covid-19?
"Jadi menurutku itu pejabat-pejabat yang ngaco, yang rakus, pejabat-pejabat yang sama sekali tidak memiliki empati, sama sekali tidak memperhatikan bagimana situasi kondisi saat ini."
Sebelumnya, sebuah video yang memperdengarkan obrolan Presiden Jokowi dengan beberapa pejabat tentang vaksin dosis ketiga viral dan mendadak jadi sorotan publik.
Momen tersebut terekam saat Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menhan Prabowo, Panglima TNI, Kapolri, Gubernur Kaltim, dan Wali Kota Samarinda meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMPN 22 Kota Samarinda, Kaltim, Selasa (24/8).
Video itu sebelumnya sempat diunggah di kanal Youtube Sekretariat Presiden, namun kini telah dihapus.
Dalam obrolan tersebut terdengar bahwa sejumlah pejabat telah menerima suntikan vaksin dosis ketiga atau booster vaksin.
Dalam video tersebut, Wali Kota Andi mengatakan sudah mendapat dua suntikan vaksin dan berencana mendapat Vaksin Nusantara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Sampah Popok Meningkat di Jepang, Bisakah Daur Ulang Jadi Solusi?
-
Houthi Siaga Penuh untuk Bela Iran, Berpotensi Tutup Jalur Minyak Vital
-
Israel Ketakutan AS-Iran Sepakat Damai, Tel Aviv Nekat Siapkan Serangan Darurat
-
Intelejen Israel Bawa Kabar Buruk, Ambisi Trump dan Netanyahu Kuasai Iran Diprediksi Kandas
-
Karma Bunuh Anak-anak Gaza dan Iran, Keluarga Netanyahu Berantakan: Istri Stres, Putra-putri Dibully
-
KPK Buka Suara Soal Tahanan 'Naik-Turun' Status: Ini Alasan Pengalihan Penahanan Eks Menteri Agama
-
Korlantas Siapkan One Way Lokal Jelang Puncak Arus Balik 2829 Maret 2026
-
Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz
-
AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal
-
Kala Prabowo Temui Rakyat di Permukiman Kumuh Bantaran Rel Senen