Suara.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta 48 obligator dan debitur kooperatif memenuhi panggilan pemerintah untuk selesaikan utang Rp 111 triliun kepada negara. Utang tersebut merupakan tunggakan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Mahfud mengungkapkan pemerintah akan berlaku tegas pada mereka yang tidak kooperatif mengembalikan uang negara. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan tenggat waktu hingga Desember 2023 untuk menyelesaikan permasalahan tunggakan itu.
"Oleh sebab itu, mohon kooperatif. Kita akan tegas soal ini karena kita diberi waktu oleh negara, oleh presiden tidak lama, diberi waktu sampai Desember 2023," kata Mahfud dalam sebuah rekaman video yang dikutip Suara.com, Rabu (25/8/2021).
Mahfud MD menjelaskan bahwa pemerintah turut menggandeng KPK, Kejaksaan Agung, dan Polri untuk menyelesaikan masalah tersebut melalui jalur pidana.
Dia menganggap obligator dan debitur tak ubahnya para koruptor apabila tidak mau melaksanakan kewajibannya untuk membayar tunggakan.
"Karena korupsi ini kan memperkaya diri sendiri atau korporasi, merugikan keuangan negara lalu dilakukan dengan cara melanggar hukum. Enggak mau memenuhi kewajiban hukum perdata ini melanggar hukum sehingga bisa berbelok ke pidana," jelas Mahfud MD.
Mahfud menyebut kalau dari dari 48 obligator dan debitur itu memang ada yang sudah membayar pinjaman. Tetapi sebagian besar masih ada yang belum bersikap kooperatif.
Bahkan diantara mereka terdapat pula Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto yang menunggak hingga Rp 2,6 triliun.
Kata Mahfud para debitur dan obligator itu diketahui tinggal di wilayah yang berbeda-beda mulai dari Singapura, Bali hingga Medan. Mereka semua telah dipanggil negara untuk mempertanggungjawabkan tunggakannya.
Baca Juga: Mahfud MD: Kritik Jangan Ditelan Mentah-mentah, Harus Dijawab Kalau Dalilnya Salah
"Semua kita panggil dan semua harus membayar pada negara karena ini uang rakyat. Rakyat ini sekarang sedang susah, mereka (rakyat) enggak dapat apa-apa lalu utangnya kepada mereka yang di atasnamakan negara secara formal lalu tidak dibayar, tidak boleh," tegasnya.
Berita Terkait
-
Profil Tommy Soeharto: Dipanggil BLBI Terkait Utang Rp 2, 6 Triliun
-
Mahfud MD Sebut Pemakzulan Gus Dur Tidak Sah dari Hukum Tata Negara
-
Apresiasi Sistem E-TLE hingga SIM Online, Mahfud MD Sebut Masyarakat Merasa Dilayani Polri
-
Sinetron Ikatan Cinta Kembali Tuai Kritikan, Kali ini dari Pakar Telematika
-
Mahfud MD: Kritik Jangan Ditelan Mentah-mentah, Harus Dijawab Kalau Dalilnya Salah
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
Artis Legenda JAV Ditangkap Polisi karena Curi Roti Lapis Rp 31 Ribu
-
Akibat Panas Esktrem, Makam Kuno dan Desa yang Hilang Tahun 1974 di Pedu Muncul Lagi
-
Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal
-
Cerita Perantau Tempuh Perjalanan Panjang hingga Apresiasi Pemerintah atas Kelancaran Mudik Lebaran
-
Kebijakan WFH Sekali Sepekan untuk Hemat BBM, Pramono: DKI Jakarta Tunggu Arahan Pusat
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Jakarta, Ingin Bertemu Prabowo Bahas Dampak Konflik Asia Barat
-
Imbauan Hemat LPG dari Menteri ESDM Tuai Respons Pedagang: Kalau Diirit Bisa Kacau Jualannya!
-
DPR Ingatkan RI Jaga Politik Bebas Aktif di Tengah Ketegangan di Selat Hormuz
-
Kecelakaan di Jatim Melonjak 78 Persen Saat Lebaran, Kapolda: Seimbang dengan Pergerakan Arus
-
Indonesia Siapkan Draft Element Paper untuk Perbaiki Tata Kelola Royalti Digital Global