Suara.com - Sampai saat ini stok pangan masih aman, tapi yang jadi kekhawatiran adalah prediksi curah hujan awal tahun 2022 dan kelancaran distribusi bahan pangan, ujar perwakilan serikat petani.
Menghadapi ancaman fenomena La Nina dan berbagai bencana seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, stok pangan yang ada saat ini masih dianggap ada di level aman, tapi masih ada yang perlu diwaspadai.
La Nina adalah fenomena pendinginan suhu muka laut di bawah kondisi normal di Samudera Pasifik.
Menurut BMKG, pendinginan ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.
Fenomena ini dapat memengaruhi produksi pangan nasional baik langsung maupun tidak langsung. Namun menurut Suwandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, stok pangan nasional saat ini masih cukup.
Berdasarkan data Pusat Distribusi dan Akses Pangan Kementerian Pertanian, pada minggu ke-1 November 2021, ketersediaan beras nasional mencapai 8 juta ton, termasuk 1,2 juta ton di Perum Bulog.
Sedangkan kebutuhan beras nasional ialah 566.488 ton per minggu. Di provinsi yang saat ini ditimpa bencana seperti Kalimantan Barat, masih tersedia 165.441 ton beras pada minggu pertama November, sedangkan kebutuhan untuk satu minggu ialah 10.726.
Jadi masih surplus. Surplus juga terjadi di Jawa Barat karena kebutuhan beras untuk satu minggu ialah 104.145,88 ton sedangkan stok yang tersedia saat ini ialah 1,5 juta ton. Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksikan total produksi padi nasional sepanjang 2021 akan mencapai 55,27 juta ton, naik dari 54,6 juta ton di tahun sebelumnya.
"(Peningkatan stok pangan) karena program perluasan tanam, peningkatan produktivitas, dan penggunaan varietas benih unggul," ujar Suwandi kepada DW Indonesia.
Baca Juga: Antisipasi Dampak Badai La Nina, TNI AL Siapkan 215 Personel Satgas Siaga Bencana Alam
Sektor pertanian rawan terpengaruh Menurut Suwandi, daerah yang rawan terhadap dampak La Nina ialah Jawa, Bali, dan NTT.
Selain itu, Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, dan Sulawesi bagian selatan juga sama rawannya.
Di daerah-daerah ini, curah hujannya diperkirakan 20-70% di atas normal hingga Desember dan mencapai puncaknya pada Januari dan Februari 2022.
"Sektor pertanian memang paling rawan terkena dampak La Nina," kata Suwandi.
Pemerintah, kata Suwandi, akan mengambil langkah-langkah mitigasi terhadap potensi dampak La Nina di daerah-daerah rawan.
Langkah ini antara lain memperbarui pemetaan wilayah rawan banjir dan serangan organisme pengganggu tumbuhan, meningkatkan sistem peringatan dini, dan mendistribusikan benih tahan banjir seperti Inpari 29, Ciherang Sub 1, dan Inpara 1 sampai Inpara 10. Ciherang Sub 1 dan Inpari 29 cocok untuk inbrida padi sawah irigasi sedangkan Inpara 1 sampai Inpara 10 cocok untuk inbrida padi rawa ujar Suwandi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis