Suara.com - Sejak sebulan yang lalu, seorang lelaki di Tanjung Priok, Jakarta Utara, melakukan serangan seksual terhadap anak. Dia menjadi pedagang mainan anak untuk menjalankan aksi.
Korban S (55) diyakini lebih dari satu orang. Seorang bocah berusia 11 tahun, seorang anak berusia tujuh tahun, dan satu lagi umur 11 tahun.
Kasus pedofilia di Tanjung Priok terdeteksi setelah seorang korban berani menceritakan pengalamannya kepada kakak.
Kakak korban kemudian mengadu kepada orangtua pada Rabu (17/11/2021).
Kasus itu kemudian dilaporkan ke kepolisian dan ditindaklanjuti dengan visum di Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo.
Korban diberi mainan
Pedofil S mendekati korban dengan cara memberikan apa yang menjadi kesukaan korban.
Tidak terlampau sulit bagi S mencari calon mangsa karena anak-anak biasanya mendatanginya untuk melihat mainan yang dijual.
Setelah S memberikan mainan secara cuma-cuma, dia menjalankan aksi.
Baca Juga: Kasus Pedofil dari Jagakarsa: Media Jangan Ekspos Aktivitas Seksual yang Dialami Anak-anak
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana menggambarkan apa saja yang dialami anak-anak.
Tapi dalam tulisan ini, bagian informasi rinci soal itu sengaja tidak ditampilkan.
Kejahatan seksual yang dilakukan S sudah berkali-kali. Kepada polisi, dia mengaku melakukannya sejak sebulan yang lalu.
Pedofil dari Jagakarsa
Kasus pedofilia di Tanjung Priok mengingatkan pada kasus serupa di Jagakarsa, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Yang membedakan dua kasus itu, korbannya. Di Jagakarsa, semua korban bejenis kelamin lelaki. Sedangkan yang di Tanjung Priok, perempuan.
Berita Terkait
-
Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan
-
Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara
-
Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor
-
Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul
-
Sampai Disorot DPR! Sahroni Desak Pria Cabuli Anjing di Penjaringan Diseret ke Meja Hijau
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Ancaman Final Piala Dunia 2026: Bernafas di New York Seperti Hisap 10 Batang Rokok
-
Anwar Ibrahim: Investasi Rp880 Miliar Kami Ditipu Secara Terencana di Perusahaan Indonesia
-
Cara Beli Tiket Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Cek Jadwal Laga dan Harga Resminya
-
Wakil Ketua DPR Apresiasi Groundbreaking Proyek Masela Rp355 Triliun
-
Panduan Memilih Ukuran Sepatu US dan UK untuk Kaki Orang Indonesia agar Tidak Salah Beli
-
Aktivis Perempuan Vietnam Bikin Sejarah di Jalur Gaza Usai Lakukan Ini
-
Yamaha Kembangkan Motor 'Berakal', Wujudnya Bak Kendaraan Antariksa
-
24 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang, Basarnas Kerahkan KN SAR Kamajaya
-
4 Rekomendasi Parfum SAFF & Co. Paling Wangi dan Tahan Lama, Lengkap dengan Review
-
I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki: Bertahan Hidup Lewat Harapan-harapan Kecil