Suara.com - Pengembangan vaksin Covid-19 Merah Putih masih terus berjalan, meskipun kini Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman dilebur ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman periode 2014-2021, Amin Soebandrio, mengatakan pihaknya akan terus mengawal untuk siap sedia apabila memang harus ada yang mesti disempurnakan.
Amin mengatakan saat ini merupakan masa peralihan dari fase laboratorium ke industri. Sebagaimana diketahui, pengembangan vaksin Merah Putih dilakukan lebih lanjut di Bio Farma dengan proses selanjutnya yakni produksi.
"Ini kan dalam masa peralihan dari fase laboratorium ke industri. Dalam setahun terakir kami berupaya meningkatkan produktivitas, kualitas dan kemurnian dan sebagainya," kata Amin dalam sebuah diskusi virtual, Senin (3/1/2022).
"3 bulan terakhir kami sudah bisa memenuhi harapan industri, prioritynya sudah bagus, ini tinggal pembicaraan dengan pihak industri saja dilanjutkan," sambungnya.
Meski sudah ada peleburan, namun menurut Amin, pihak Eijkman akan terus mengawal pengembangan vaksin Merah Putih. Itu dilakukan supaya nantinya Eijkman bisa siap sedia semisal ada yang perlu disempurnakan dari vaksin Merah Putih.
"Ketika sudah masuk ke fase industri pun laboratorium tidak lepas ada yang masih harus disempurnakan, kami melakukan itu jadi tidak seperti satu belum selesai (kemudian) masuk blok berikutnya," ujarnya.
Targetkan Vaksin Merah Putih
Sebelumnya Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan izin edar darurat penggunaan Vaksin Merah Putih ditargetkan dapat diperoleh pada pertengahan 2022.
Baca Juga: BRIN Lebur Lembaga Eijkman, Legislator: Mirip Peralihan Status Pegawai KPK
"Secara riil kemungkinan akan siap mendapat izin edar darurat pertengahan tahun 2022," kata Handoko di Jakarta, Kamis (2/9/2021).
Handoko menuturkan progres pengembangan Vaksin Merah Putih yang paling cepat saat ini adalah yang dikerjakan oleh tim dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang bekerja sama dengan PT Bio Farma, dan tim dari Universitas Airlangga yang bekerja sama dengan PT Biotis.
Eijkman mengembangkan bibit vaksin berbasis sub-unit protein rekombinan, sementara Universitas Airlangga mengembangkan bibit vaksin berbasis virus yang dimatikan atau diinaktivasi.
Handoko menekankan target utama pengembangan vaksin bukan untuk "juara" efikasi. Selama memenuhi standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu efikasi di atas 50 persen, maka vaksin sudah bisa dipakai.
BRIN fokus mendukung dan memfasilitasi periset dan mitra industri untuk mencapai target terbukti secara ilmiah dan memenuhi standar regulasi dari otoritas, sehingga siap dihilirkan oleh industri terkait.
Oleh karena itu, pengembangan Vaksin Merah Putih harus mampu memenuhi standar regulator dan mendapatkan izin edar darurat seperti vaksin yang lain. Dengan demikian, Vaksin Merah Putih dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Berita Terkait
-
Ini Nasib Peneliti LBME Menurut Eks Kepala Eijkman Setelah Dilebur dengan BRIN?
-
BRIN Lebur Lembaga Eijkman, Legislator: Mirip Peralihan Status Pegawai KPK
-
Peleburan Kemendikbud dan Ristekdikti: Transisi Menuju Pengembangan Organisasi
-
Wow! Pusat Riset BRIN Temukan 7 Jenis Tumbuhan Baru, Mayoritas Jenis Tanaman Hias
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua
-
Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya