Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali resmi membuka kompetisi tertinggi Liga Bola Basket Indonesia atau Indonesian Basket Ball League (IBL) 2022 di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (15/1/2022). Amali menyampaikan salam hangat dari Presiden Joko Widodo, yang berhalangan untuk hadir secara langsung.
“Kehadiran saya mewakili Presiden Joko Widodo, untuk itu saya sampaikan salam hangat dari presiden, sekaligus permohonan maaf karena tidak bisa hadir secara langsung dalam kompetisi IBL 2022,” kata Menpora.
Ia mengenang nasib kompetisi olahraga di Tanah Air saat awal pandemi Covid-19. Saat itu, seluruh kejuaraan olahraga harus terhenti imbas pandemi.
“Tidak terasa saat 2020, ketika kita memutuskan kompetisi IBL harus berhenti karena pandemi. Kita harus hentikan seluruh kompetisi baik sepak bola, bola bakset, dan lainnya,” ujar Menpora Amali.
Seiring berjalannya waktu, situasi pandemi Covid-19 mulai terkendali yang diikuti patuhnya masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Hal ini membuat sejumlah kegiatan olahraga termasuk cabang olahraga bola basket memiliki harapan kembali.
“Sekarang mulai lagi kita menggelar beberapa pertandingan atau kompetisi, termasuk bola basket. Nah untuk ini dihadiri penonton namun dengan terbatas,” terang Menpora Amali.
Mepora memberikan apresiasi kepada Perbasi dan penyelenggara kompetisi bola basket yang telah bekerja keras dalam menggulirkan kembali IBL.
“Terima kasih kepada Perbasi beserta jajaran serta penyelenggara kompetisi. Terima kasih juga kepada tenaga kesehatan yang telah berjuang dalam menangani pandemi. Saya harap seluruhnya tetap mematuhi protokol kesehatan,” jelas Menpora Amali.
Amali sempat menyaksikan pertandingan dalam laga pembuka yang mempertemukan tim Wes Bandits Solo Combiphar Solo kontra RANS PIK Basketball. Kemudian dilanjutkan duel Pelita Jaya vs Satria Muda.
Baca Juga: PSSI, PT LIB, Kemenpora dan Kepolisian Bertemu Bahas Rencana Uji Coba Penonton di Liga 2
Ikut hadir Plt Sesmenpora Jonni Mardizal, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, serta sejumlah pejabat lainnya.
Berita Terkait
-
Kemenpora Berupaya Terus Gerakkan Masyarakat Sehat untuk Indonesia Bugar
-
Kemenpora Dukung Kegiatan Pemuda Katolik soal Membangun Indonesia Toleransi
-
Ajak Masyarakat Giat Berolahraga, Citilink Dapat Penghargaan dari Kemenpora
-
PSSI, PT LIB, Kemenpora dan Kepolisian Bertemu Bahas Rencana Uji Coba Penonton di Liga 2
-
Disindir Jonatan Cristie Cs, Kemenpora Akhirnya Siapkan Bonus Piala Thomas
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Lobi Prabowo-SBY Bikin Demokrat Ubah Sikap Soal Pilkada? Ini Kata Gerindra
-
Pilkada Lewat DPRD Bukan Cuma Hemat Biaya, Populi Center: Ini 4 Syarat Beratnya
-
Status Tersangka Tak Membuat Dokter Richard Lee Ditahan, Polisi Beberkan Alasan Kuncinya
-
Kritik Pedas Ryaas Rasyid: Jakarta yang Obral Izin, Daerah yang Dapat Banjirnya
-
Proyeksi MRT Jakarta: Target Monas Beroperasi 2027, Kota Tua Menyusul 2029
-
Rakyat Tolak Pilkada via DPRD, Deddy Sitorus: Mereka Tak Mau Haknya Dibajak Oligarki
-
Keberatan dengan Eksepsi Nadiem, Jaksa: Tak Perlu Cari Simpati dan Giring Opini
-
Prabowo Wanti-wanti Atlet Jangan Pakai Bonus untuk Hal Negatif
-
Soal SPPG Terafiliasi Pejabat, BGN: Hak Semua WNI!
-
Buntut Demo Agustus 2025 di Depan Polres Jakut, 60 Terdakwa Dituntut 1 Tahun Penjara