Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf meminta pihak PSSI fokua melakukan pembenahan dan perbaikan sepak bola, ketimbang mengkritik bahkan membandingkan pelatih skuad Garuda saat inj dengan yang terdahulu.
Permintaan Dede itu menanggapi kritik dari anggota Komite Eksekutif PSSI, Haruna Soemitro terhadap Shin Tae-yong. Haruna diketahui juga membandingkan Shin dengan pelatih lain Timnas terdahulu lantaran hanya memberikan gelar runner up.
"Kalau cuma pendapat di antara para praktisi sepakbola tidak perlu ditanggapi," kata Dede kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).
Dede sendiri mengakui bahwa anak-anak asuhan Shin sudah memberikan hasil terbak dari upaya maksimal yang dilakukan.
"Karena kita sama-sama saksikan bagaimana para skuad Timnas sudah berusaha semaksimal mungkin dan banyak faktor yang perlu dibenahi, jika ingin juara ke depannya, masalah gizi, pembiayaan, sport science, penghargaan, pelatih dan lain-lain," kata Dede.
Karena itu, saat ini menurut Dede terpenting ialah pembenahan teknis, mulai dari pelatihan hingga pembiayaan. Daripada hanya mengkritik atau justru membandingkan pelatih dari era ke era, seperti yang dilakukan Haruna terhadap Shin.
"Iya betul. Karena semua saling mempengaruhi kondisi satu sama lain," ujar Dede.
Anggap Shin Tae-yong Pelatih Gagal
Diketahui, anggota Komite Eksekutif PSSI Haruna Soemitro jadi buah bibir setelah menyebut komunikasi PSSI dengan Shin Tae-yong 'deadlock' dan juru taktik asal Korea Selatan itu tersinggung karena dianggap sebagai pelatih gagal.
Baca Juga: Nova Arianto Kabarkan 2 Asisten Pelatih Resmi Berpisah dengan Timnas Indonesia
Pernyataan Haruna Soemitro yang diunggah kanal YouTube, JPPN.COM itu langsung menimbulkan reaksi beragam dari kalangan pecinta sepak bola Indonesia, dan teranyar direspons langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.
Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule, menegaskan bahwa tak ada kebuntuan (deadlock) yang terjadi saat pihaknya berkomunikasi dengan pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong dalam rapat evaluasi yang berlangsung pada Kamis (13/1/2022).
"Tidak ada (deadlock-red)," ujar Iriawan kepada pewarta di Jakarta, Minggu (16/1/2022) malam.
Menurut pria yang akrab disapa Iwan Bule itu, pembicaraan dengan Shin berkutat pada performa timnas di Piala AFF 2020.
Pada turnamen yang berlangsung di Singapura itu, skuad "Garuda" keluar sebagai tim terbaik kedua (runner up) setelah kalah dari Thailand di final.
Namun, Iriawan menyebut bahwa rapat itu tak bisa dituntaskan lantaran Shin mengejar pesawat ke Bali. Juru taktik asal Korea Selatan itu berangkat ke Pulau Dewata untuk memantau pemain Liga 1 Indonesia yang akan dibawa ke Piala AFF U-23 2022.
Berita Terkait
-
Nova Arianto Kabarkan 2 Asisten Pelatih Resmi Berpisah dengan Timnas Indonesia
-
Simak! Ini Pilihan Shin Tae-yong dan Evan Dimas untuk The Best FIFA Awards 2021
-
Diminta Netizen Sampaikan Hal Ini ke Haruna Soemitro, Exco PSSI Hasani Abdulgani Beri Respons Mengejutkan
-
Aksi Nyata Suporter Indonesia, Bentangkan Spanduk Bertuliskan Kami Bersama Shin Tae-yong, Haruna Out
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Menanti Vonis Empat Hari Jelang Ultah ke-27, Laras Faizati: Hadiah Terbaik adalah Kebebasan
-
Jakarta Waspada Superflu, Pramono Anung Persilakan Warga Suntik Vaksin Influenza
-
Luluk PKB: Penetapan Tersangka Gus Yaqut Harus jadi Momentum Reformasi Total Tata Kelola Haji
-
6 Fakta Kasus Yaqut Cholil Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji
-
Duplik Laras Disambut Tepuk Tangan, Kuasa Hukum: Tak Ada Mens Rea, Ini Kriminalisasi!
-
Ikut Jadi Tersangka, Ini Peran Vital Gus Alex di Skandal Korupsi Kuota Haji
-
Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Gus Yaqut Janji akan Kooperatif
-
Sebut KPK Agak Lambat, Luluk Nur PKB Tetap Apresiasi Penetapan Tersangka Eks Menag Yaqut
-
Kerugian Korupsi Haji Masih Misteri, BPK Sibuk Berhitung Usai Gus Yaqut dan Gus Alex Tersangka
-
Pasar Kerja Timpang, Belasan Juta Pekerja Dipaksa Terima Upah Murah