Megawati yang memutuskan terjun ke dunia politik dijagal berbagai pihak dari Orde Baru. Mega memjadi Wakil Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Jakarta Pusat pada 1986 dan memimpin partai tersebut pada 1993.
Namun pada tahun 1996, PDI sempat ditekan Departemen Dalam Negeri dan ABRI untuk menandatangi hasil Kongres Medan yang tak dihadari Megawati. Kongres tersebut menghasilkan Soejadi sebagai Ketum terpilih untuk PDI sehingga terjadi dualisme PDI.
Peristiwa tersebut bahkan sampai melahirkan kerusuhan dua pendukung yang menewaskan lima orang. Meski begitu belum ada kelanjutan peristwa tersebut hingga sekarang.
Karir Politik Berbalik di Era Reformasi
Berakhirnya era Orde Baru juga berpengaruh bagi Tutut yang juga bagian dari keluarga Cendana. Ia ikut lengser dari jabatan menteri yang kontroversial pada masa itu.
Tutut bahkan dilarang keluar negeri oleh kejaksaan Agung dan ditetapkan sebagai tersangka korupsi meski lolos dari bui. Saat itu, Tutut meninggalkan dunia politik dan aktif sebagai pegusaha dan aktivitas sosial.
Berbeda dengan Tutut, setahun setelah lengsernya Soeharto ia memenangkan pemilu dan menjadi wakil presiden mendampingi Gus Dur pada 1999.
Megawati bahkan menjadi presiden usai lengsernya Gus Dur pada 2001.
Sama-Sama Gagal di Pemilu 2004
Pada tahun 2004, Tutut kembali masuk politik, ia dicalonkan oleh Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) sebagai calon presiden.
Namun sayang, partainya hanya mendapat suara 2,11 persen sehingga tak bisa head to head melawan Megawati yang juga mencalonkan diri.
Meski saat itu PDIP punya pamor tinggi, Megawati kalah di laga akhir pemilu 2004 oleh SBY-Kalla.
Kini, Megawati masih menjadi Ketua Umum PDIP yang menjadi partai dari Presiden saat ini, Joko Widodo. Sementara Tutut yang fokus di bisnis juga bergabung dengan Partai Berkarya besutan adiknya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?
-
Polisi Sempat Lepas Lampu Diduga CCTV Sebelum Geledah Ruko Cipete
-
Akui Rumah Sentul Miliknya, Jampidsus Febrie Masih Rahasikan Sosok Pemilik 74 Kg Emas
-
Pintu Lantai Tiga Ruko Cipete Dipotong, Polisi Buru Jejak Dokumen Kasus Korupsi Hingga TPPU
-
KPK Boyong Bupati Sukoharjo ke Jakarta untuk Pemeriksaan Lanjutan
-
Perpres Pelindungan Jaksa Dinilai Terlalu Longgar, Pakar Minta Batas Pelibatan TNI Dipertegas
-
Sangkulirang-Mangkalihat Dibidik Jadi Geopark Nasional, Bisakah Jaga Alam dan Warga?
-
Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin
-
Istana Angkat Bicara soal Kasus yang Seret Nama Jampidsus Febrie Adriansyah
-
BEM FT UI Minta Pengusutan Korupsi Batu Bara PLTU Bebas Intervensi dan Transparan