Suara.com - Sholat tarawih di Masjid Raya Jakarta Islamic Center sudah normal. Shaf sholat akan rapat.
Hal itu dipastikan Pengurus Masjid Raya Jakarta Islamic Center. Sebab ini berdasarkan imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Kepala Sekretariat Masjid Raya Jakarta Islamic Center Ahmad Juhandi mengatakan jemaah shalat berjamaah sudah boleh berdempet, namun penggunaan masker tetap dianjurkan, bersama imbauan untuk memindai stiker berisi kode batang (barcode) PeduliLindungi di pintu-pintu masuk masjid.
"Sekarang sudah dempet, tapi aturan masker belum bisa dilepas. Kan memang kata MUI sekarang sudah tidak ada udzur (halangan), jadi sudah boleh merapatkan shaf-nya," kata Ahmad di Jakarta Utara, Jumat.
Karena itu, kata Ahmad, stiker penanda jaga jarak shaf shalat di lantai sudah dicabut.
Hanya sana protokol kesehatan seperti pemeriksaan suhu tubuh dengan thermo gun, menyediakan sarana cuci tangan, dan anjuran penggunaan masker saat shalat itu masih tetap dijalankan.
"Stiker-stiker (di shaf) itu sudah kami cabut, karena memang MUI mengatakan shaf sudah boleh kembali rapat. Jadi kami ikut MUI. Tapi prokes harus seperti pakai masker, thermo gun, cuci tangan, semua standar itu masih kami laksanakan," kata Ahmad.
Jemaah Masjid Raya JIC dapat menggelar shalat Jumat, shalat wajib saat ini, dan sholat Tarawih secara berjamaah selama Ramadhan mendatang.
Meski sudah boleh merapatkan shaf, kapasitas shalat berjamaah di Masjid Raya JIC masih belum bisa terisi penuh dikarenakan adanya pengerjaan renovasi kubah masjid.
Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Tarawih dan Witir Sendiri, Berjamaah untuk Makmum dan Imam, Segera Hafalkan!
"Dikarenakan adanya pengerjaan renovasi kubah masjid JIC, kemungkinan kami akan memakai separuh shaf.
Tapi separuh shaf-nya JIC itu bisa menampung 5.000 lebih, separuh dari kapasitas shaf yang penuhnya.
Mudah-mudahan itu bisa menampung seluruh jemaah yang shalat berjamaah dan shalat tarawih nanti di JIC," kata Ahmad. (Antara)
Berita Terkait
-
10 Tips Khusyu Shalat Tarawih Sendiri di Rumah, Raih Pahala Berlipat Ganda
-
Bingung Jumlah Rakaat Sholat Tarawih Sesuai Sunnah? Ini Panduan Lengkap 4 Mazhab!
-
Tata Cara dan Niat Sholat Tarawih Sendiri di Rumah yang Benar, Jangan Sampai Salah
-
Video Viral Sholat Tarawih Tercepat di Blitar, 5 Menit Sudah Selesai: Emang Sah Yah?
-
Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir Lengkap Arab dan Artinya
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional