Suara.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi dalam sidang kasus pengeroyokan terhadap kakek Wiyanto Halim (89), korban pengeroyokan hingga tewas di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (18/4/2022). Mereka adalah Muhammad Raihan dan Chandra.
Dalam kesaksiannya, pada saat kejadian, yakni Minggu (23/1/2022) dini hari, Raihan ikut mengejar Wiyanto yang diteriaki sebagai maling. Semula, Raihan sedang asyik nongkrong bersama terdakwa Zulfikar dan Tria Julian di sebuah warung di kawasan Cipinang Muara.
Raihan mengatakan, saat itu melintas sebuah mobil yang kaca depannya sudah dalam kondisi retak. Tidak jauh dari mobil tersebut, ada sekitar empat unit sepeda motor yang sedang mengejar.
"lagi nongkrong mobil lewat tapi kaca depannya retak, di belakang itu ada empat motor atau empat orang gitu dibelakang itu teriak maling sambil ngejar pakai motor, setau saya empat motor," kata Raihan di ruang sidang utama, Senin sore.
Melihat situasi tersebut, Raihan, Zulfikar, dan Tria yang sedang asyik nongkrong terpancing dan ikut mengejar mobil yang dikemudikan oleh Wiyanto tersebut. Saat itu, Raihan berboncengan dengan terdakwa Zulfikar.
"Saya ngikut semua, saya sama Zulfikar tapi saya yang bawa motor. Yang nongkrong tadi ngejar semua sampai ke TKP," ucap dia.
Selama proses pengejaran, kata Raihan, massa ada yang menimpuk mobil Wiyanto. Sebagian massa lainnya ada yang meneriaki Wiyanto dengan sebutan maling.
Hingga pada akhirnya, antara pukul 02.00 dan 03.00 WIB, tepat di kawasan Pulokambing, Jakarta Timur, massa yang mengejar Wiyanto jumlahnya makin banyak. Raihan yang berboncengan dengan Zulfikar pun sempat memarkirkan kendaraannya.
Tidak lama berselang, Zulfikar langsung bergegas ke arah mobil Wiyanto yang sudah terhenti. Terdakwa Zulfikar menendang bemper mobil milik Wiyanto.
"Saya nyari parkiran. Zulfikar turun duluan, saya lihat dia menyentuh bemper depan pakai kaki," ucap dia.
Raihan mengaku, pada saat itu dirinya juga melihat terdakwa Muhammad Amar. Dalam peristiwa itu, Amar naik ke atas kap mobil dan menginjak-injak mobil Wiyanto.
Baca Juga: 6 Terdakwa Pengeroyok Kakek Wiyanto Halim Didakwa Lakukan Kekerasan dan Perusakan Barang
"Saya lihat Muhammad Amar, naik ke atas mobil kap, terus injak-injak. Kalau Tria Julian, dia tidak saya perhatikan karena di jalan tidak kelihatan (gelap)," ungkap Raihan.
Meski melihat sosok Amar, Raihan mengaku tidak mengenal yang bersangkutan. Dia mengatakan, sempat berada di lokasi kejadian kurang lebih 30 menit.
"Ada setengah jam saya tidak kemana-mana, pokoknya pas saya maju ke depan korban udah tidak ada. Saya ngelihatnya pucat, biru gitu," ucap Raihan.
Sementara itu, saksi Chandra mengaku kerumunan massa mulai bubar saat dirinya tiba di lokasi kejadian. Bahkan, dia melihat Wiyanto sudah dibawa menggunakan kantong mayat.
"Saya sampai TKP pas kerumunan sudah mau bubar. Saya lihat korban sudah dikantongin ke kantong mayat," katanya.
Chandra melanjutkan, kondisi mobil Wiyanto sudah rusak parah. Mulai dari kaca belakang, kaca depan, hingga kaca dalam kondisi pecah.
Dakwaan Jaksa
Dalam perkara ini, enam terdakwa telah didakwa oleh JPU. Mereka adalah Reinaldi, Muhammad Amar, Zulfikar, Tria Julian, Muhammad Yohan Prasetyo, dan Muhammad Faisal.
Berita Terkait
-
6 Terdakwa Pengeroyok Kakek Wiyanto Halim Didakwa Lakukan Kekerasan dan Perusakan Barang
-
Selain Agenda Dakwaan, Anak-Menantu Almarhum Kakek Wiyanto Halim Akan Bersaksi di Sidang Perdana
-
Para Tersangka Pengeroyok Kakek Wiyanto Halim Jalani Sidang Perdana Hari Ini
-
Peran 3 Provokator Tewaskan Kakek Wiyanto di Cakung: Pencet Klakson, Direkam hingga Teriak-teriak Maling
-
Peran Tiga Provokator Kasus Pengeroyokan Kakek Wiyanto, Nyalakan Klakson Hingga Teriak Maling
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?
-
Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin
-
Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur
-
Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya
-
Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti
-
AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis
-
Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia
-
MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar
-
AHY: Perjuangan Demokrat Bukan Cuma Bagi-bagi Kurban, Tapi Kebijakan Pro-Rakyat
-
Berani! Prancis Gugat Israel karena Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla