Suara.com - Status buron yang disandang oleh Harun Masiku dan pandemi Covid-19 di Indonesia sama-sama sudah memasuki usianya yang kedua. Meski telah dijanjikan oleh KPK tahun lalu, Harun Masiku hingga kini belum kunjung ditangkap dan masih bebas berkeliaran di luar sana.
Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK tahun lalu berjanji akan menangkap sosok koruptor Harun Masiku yang menyuap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Janji mereka adalah Harun Masiku sudah kunjung mereka tangkap jika pandemi Covid-19 sudah mereda.
Janji tersebut diucapkan oleh Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron yang berjanji empat koruptor yang masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) dapat ditangkap, salah satunya adalah Harun Masiku.
"Kami terus kejar mudah-mudahan setelah Covid-19 agak reda kami bisa lebih leluasa untuk mencari DPO tersebut. Yang jelas KPK berkomitmen bukan hanya untuk Harun Masiku untuk keempat-empatnya, kami akan laksanakan penangkapan segera setelah Covid-19 mereda," kata Nurul , Rabu (29/12/2021) silam.
Selain Harun Masiku, nama-nama koruptor dalam DPO tersebut antara lain:
- Kirana Kotama, terlibat tindak pidana korupsi memberi hadiah atau janji terkait penunjukan Ashanti Sales Inc sebagai agen eksklusif PT PAL Indonesia (Persero) dalam pengadaan Kapal SSV untuk pemerintah Filipina pada tahun 2014-2017.
- Izil Azhar, terlibat menerima gratifikasi bersama Irwandi Yusuf selaku Gubernur Provinsi Aceh periode 2007-2012
- Surya Darmadi, pemilik PT Darmex/PT Duta Palma Group. Terlibat korupsi membantu memberi atau menjanjikan sesuatu kepada penyelenggara negara terkait dengan Pengajuan Revisi Alih Fungsi Hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan pada tahun 2014.
Meski pandemi Covid-19 menunjukan gelombang surut dan kegiatan publik mulai berangsur-angsur kembali normal, Harun Masiku tak kunjung mengenakan rompi orange KPK dan dibawa kembali ke Indonesia.
Sontak, publik menagih janji KPK untuk segera menangkap Harun Masiku. Salah satu tuntutan tagih janji tersebut juga ikut dilayangkan oleh sosok eks penyidik KPK Novel Baswedan.
Bahkan, Novel menyebut bahwa Firli Bahuri cs dan pejabat KPK yang dibawahinya tidak boleh tidur nyenyak sebelum Harun Masiku ditangkap.
"Intinya, bahwa benar tidur nyenyak atau tidak itu bukan urusan Firli. Harusnya Firli yang tidak boleh tidur nyenyak karena belum tangkap buronan HM (Harun Masiku) sampai sekarang," kata Novel kepada Suara.com, Jumat (15/5/2022).
Baca Juga: Terciduk Satgas COVID-19, 2 WNI di Beijing Terpaksa Masuk Pusat Karantina Mandiri
Novel juga menawarkan diri untuk dilibatkan dalam pencarian tersebut.
"Bila tidak mampu, bisa minta bantu kami untuk tangkap HM (Harun Masiku). Saya yakin tidak perlu waktu yang terlalu lama. Itu pun bila Firli punya kemauan untuk menangkap," tandas eks penyidik KPK tersebut.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Terciduk Satgas COVID-19, 2 WNI di Beijing Terpaksa Masuk Pusat Karantina Mandiri
-
Geledah Sejumlah Kantor SKPD Kota Ambon dan Beberapa Rumah, KPK Sita Dokumen hingga Alat Elektronik
-
Deretan Kinerja KPK Buat Tangkap Harun Masiku, Masih Zonk hingga Sekarang
-
Kabar Baik, Seluruh Pasien Covid-19 di Batam Sembuh, 12 Kecamatan Berstatus Zona Hijau
-
Terjerat Kasus Suap Dana Insentif Daerah, Eks Bupati Tabanan Bali Ni Putu Eka Segera Disidang
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya