Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan sebanyak 50 juta penduduk Indonesia mendapatkan literasi digital dari adanya program Indonesia Makin Cakap Digital.
Kominfo sendiri menggandeng Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi untuk melakukan kolaborasi dan mencanangkan program tersebut.
Dari data We Are Social mencatat bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Dapat dikatakan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 61.8 persen dari total populasi Indonesia.
Menurut Survei Literasi Digital di Indonesia pada tahun 2021, indeks atau skor literasi digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang.
Untuk mensukseskan program tersebut Kominfo pun mengadakan sejumlah webinar disejumlah wilayah untuk mengkampanyekan proyek ini.
Salah satu pembicaranya adalah Dosen UIN Antasari Banjarmasin Muhammad Ridha mengatakan internet punya banyak fitur dan informasi yang melimpah yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran.
“Di dunia digital, kita bisa berbagi, berkolaborasi, dan berkreasi,” kata Ridha dalam webinar, Senin (4/7/2022).
Sementara itu Eko Junirianto selaku Ketua APTIKOM Kalimantan Timur menambahkan setiap pengguna internet harus sadar setiap tindakan yang dilakukan di ruang digital dimana punya dampak yang sama dengan di dunia nyata.
"Di ruang digital, ada beberapa konten negatif yang bisa dijerat UU ITE dan sebaiknya dihindari, seperti konten melanggar kesusilaan, perjudian, pencemaran nama baik, pemerasan, penyebaran berita bohong, dan penyebaran ujaran kebencian," katanya.
Baca Juga: Etika Penting dalam Beri Ulasan Pelanggan di Platform e-Commerce
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari
-
Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran
-
Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala
-
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan
-
Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak
-
Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi